KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Jakarta Masyarakat telah mendesak orang untuk menikah pada usia tertentu. Dan mereka yang belum menemukan pasangan mungkin, dianggap pemberontak atau dipandang rendah karena tidak menikah. Mengapa masyarakat berasumsi bahwa ada yang salah dengan orang yang lebih suka menunggu terlambat untuk menikah daripada bersama seseorang yang tidak mereka inginkan?

Nah, ada yang tahu mengapa beberapa orang lebih memilih melajang lebih lama? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Lebih sedikit peluang untuk berpisah

Ketika kamu menunggu lama untuk bertemu orang yang tepat, kemungkinan besar ini akan membantumu menemukan sosok yang tepat untuk mengisi hartimu. Jika kamu lebih suka menunggu lama daripada setuju untuk menikahi seseorang dengan terburu-buru, ini bisa menjadi alasan yang lebih masuk akal untuk pernikahan yang bahagia.

2. Memilih pasangan sendiri

Jika kamu memprioritaskan pilihan mandiri, maka menikah terlambat adalah pilihan yang baik untukmu. Kamu tidak perlu tunduk pada harapan masyarakat, kamu dapat melepaskan usia menikah yang ditetapkan masyarakat dan menikah dengan persyaratanmu sendiri. Kamu tidak perlu mempertimbangkan pendapat orang lain tentang kapan kamu harus menikah.

3. Evolusi perasaan

Banyak pasangan menikah di usia 20-an kemudian hanya untuk jatuh cinta dengan pasangan mereka nanti. Usia 20-an dan awal 30-an adalah untuk mempelajari pelajaran hidup dan mengambil peluang dalam setiap aspek kehidupan. Kamu lebih mungkin untuk berkembang dari perasaanmu sendiri dan lebih memilih sesuatu atau orang lain, lebih jauh ke bawah.

4. Kesempatan yang tepat

Sejujurnya, menemukan orang yang tepat membutuhkan banyak waktu, usaha, kesabaran, dan pengertian dan tidak apa-apa jika orang ingin meluangkan waktu untuk menemukan orang yang tepat. Mereka seharusnya tidak perlu merasa tertekan untuk menikah muda hanya karena menikah mengangkatmu dalam masyarakat tidak peduli seberapa sengsara atau tidak dicintainyamu dalam pernikahan.

5. Komitmen yang terburu-buru

Ketika kamu menikah lebih awal, terkadang kamu harus terburu-buru melalui fase-fase berbeda dalam hidup yang sebenarnya belum kamu siapkan. Misalnya, memiliki anak setelah 2 tahun pernikahan dan mengabaikannya di kemudian hari, adalah pekerjaan yang jauh lebih buruk daripada terlambat menikah. Sedangkan yang terakhir, kamu sangat yakin tentang komitmen yang ingin kamu buat, membantumu keluar dari fase kehidupan yang sulit.

Well, sebelum kamu memutuskan untuk menikah karena tekanan orang sekitar atau hanya karena usia, tentu ini akan membuatmu memilih pasangan yang kurang tepat. Akan lebih baik, menegnal orang tersebut dengan baik, sebelum kamu menyesal di kemudian hari.

#WomenforWomen