KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Rencana pemberian insentif kendaraan listrik oleh Pemerintah RI diakui bisa menyebabkan terjadinya penundaan pembelian mobil dan motor listrik di pasar. Sehingga pada akhirnya penjualan bulanan melambat, setelah sempat tumbuh agresif selama 2022.

Apalagi jika kebijakan tersebut turunnya cukup lama seperti melebihi kuartal II/2023 alias Juni 2022. Membuat momentum pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air yang mulai positif terhambat.

Terkait hal ini, Menteri Perindustrian ( Menperin ) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa pihaknya sudah menimbang secara matang. Walau memang akan ada penurunan di awal, dipastikan produk kendaraan listrik akan panen penjualan lagi.

“Tadi pagi saya baru dari Hyundai. Saya katakan kepada mereka, ketika kita keluarkan insentif kalian akan panen luar biasa karena yang mendapatkan insentif itu mereka yang punya pabrik di sini,” katanya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 & Seminar Outlook Industri 2023, Selasa (27/12/2022).

Lebih lanjut, ia mencontohkan pristiwa gejolak pasar di awal kuartal/IV 2021 lalu ketika perpanjangan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) akan diberikan ke jenis kendaraan tertentu guna merangsang daya beli.

Kala itu, memang volume penjualan selama November 2022-Oktober 2022 melambat dari 84.113 unit jadi 75.555 unit karena keputusan rumusan insentif butuh waktu (sebelumnya insentif hanya sampai Agustus 2022).

Tetapi saat insentif PPnBM resmi diperpanjang sampai akhir tahun, penjualan mobil disatu bulan setelahnya langsung naik menjadi 87.437 unit dan berhasil menutup pasar di 97.673 unit pada Desember 2022.

“Kita lihat saja sewaktu saya bilang perpanjangan PPnBM akan keluar, pasar itu memang hold. Tetapi saat policy-nya terbit perusahaan-perusahaan otomotif kembali menerima permintaan yang besar,” ucap Agus.

” Otomotif memang wajar kita berikan perhatian karena backward dan forward linkage-nya sangat tinggi. Tier 2 dan tier 3 itu sudah IKM (Industri Kecil Menengah) semua. Saya harap ke depan, industri KBLBB bisa seperti yang konvensional ini, di mana rantai industri sangat panjang sampai melibatkan IKM secara dalam,” kata dia lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.