KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Setelah molor selama beberapa bulan belakangan dan bahkan sempat dibatalkan, proses akuisisi Twitter oleh CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk tampaknya bakal terwujud dalam waktu dekat.

Pasalnya, Elon Musk baru-baru ini mengganti informasi biografi alias “bio” akun resmi Twitter-nya yang memiliki handle @elonmusk.

Adapun bio tersebut diganti dengan keterangan “Chief Twit”, yang mengindikasikan bahwa Elon Musk mungkin bakal menjadi Chief Executive Officer (CEO) alias pemimpin Twitter sesaat lagi.

Selain bio, Musk juga mengunggah sebuah twit video yang menampilkan bahwa ia sedang berada di kantor pusat Twitter.

Dalam unggahan tersebut, terlihat bahwa Musk sedang membawa sebuah wastafel masuk ke kantor Twitter. Wastafel ini boleh jadi merupakan simbol yang menandakan bahwa Musk akhirnya bakal terlibat di dalam Twitter.

“Masuk ke kantor Twitter, mari kita nikmati!,” ujar Musk, dikutip KompasTekno dari Twitter.com, Kamis (27/10/2022).

Beberapa jam setelah twit tersebut diunggah, Musk kembali mengirimkan twit lainnya yang mengatakan bahwa ia sempat bertemu orang-orang hebat ketika berkunjung ke kantor Twitter.

Tidak disebutkan apa maksud ia mengunjungi kantor Twitter, begitu juga siapa saja sosok atau pejabat Twitter yang ia temui pada momen tersebut.

Yang jelas, kunjungan Musk ke Twitter ini mungkin berhubungan dengan perintah hakim setempat yang menginstruksikan bahwa Musk harus merampungkan proses akuisisi pada Jumat (28/10/2022) pekan ini.

Untuk melancarkan proses akuisisi, Musk dikabarkan telah meminjam dana senilai 13 miliar dolar AS (sekitar Rp 201 triliun) kepada sejumlah investor dan bank di Amerika Serikat macam Morgan Stanley dan Bank of America.

Belum bisa dipastikan apakah akuisisi Twitter oleh Musk memang bakal rampung pada Jumat pekan ini atau tidak.

Namun, Chief Marketing Officer (CMO) Twitter Leslie Berland mengirimkan sebuah memo kepada karyawan bahwa Musk mungkin bakal berbicara langsung kepada para karyawan Twitter pada Jumat pekan ini.

Dalam momen itu, Musk mungkin bakal merampungkan proses akuisisi Twitter yang selama ini sempat molor dan akhirnya menjadi bos perusahaan berlogo “burung biru” tersebut.

Pada saat yang sama, Musk juga dikabarkan bakal menerapkan sejumlah kebijakan baru, termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan Twitter. Kita nantikan saja kebenarannya.

Tarik ulur akuisisi Twitter

Seperti diwartakan sebelumya, Elon Musk dan Twitter menandatangani perjanjian akuisisi pada 26 April lalu. Dengan ditandatanganinya perjanjian definitif itu, artinya Elon Musk resmi membeli platform mikroblogging yang didirikan oleh Jack Dorsey itu.

Namun, pada Mei 2022, Twitter dan Musk berselisih soal data akun bot dan spam yang beredar di platform mikroblogging tersebut. Perselisihan tersebut tak kunjung menemui titik terang sehingga Musk membatalkan rencana akuisisinya pada Juli 2022.

Sejak saat itu, kedua pihak saling menggugat di pengadilan karena merasa dirugikan satu sama lain.

Namun pada awal Oktober ini, Elon Musk akhirnya memutuskan akan melanjutkan rencananya membeli Twitter. Keputusan tersebut dibuktikan oleh dokumen pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS.

Dokumen itu menegaskan bahwa Musk akan melanjutkan penutupan transaksi pembelian saham Twitter sesuai kesepakatan yang sudah disepakati sebelumnya.

“Kami bermaksud memberi tahu Anda bahwa Musk bermaksud untuk melanjutkan penutupan transaksi yang dimaksud pada Perjanjian Penggabungan 25 April 2022, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan di dalamnya,” demikian keterangan dalam dokumen yang diajukan ke SEC itu.

Twitter juga mengonfirmasi pihaknya sudah menerima surat dari Elon Musk itu. Berdasarkan surat tersebut, Elon Musk sepakat untuk membeli Twitter dengan harga sesuai kesepakatan awal, yaitu 54,20 dolar AS (Rp 823.000) per lembar saham atau total 44 miliar dolar AS (Rp 668 triliun).

Dalam dokumen yang diajukan ke SEC, pihak Musk berkata bahwa kesepakatan akan dilakukan dengan syarat “pengadilan menyetop proses hukum dan menunda persidangan”.

Hakim yang menangani perkara Elon Musk dan Twitter, Kathaleen McCormick, mengabulkan permintaan miliarder itu, sembari menunggu penyelesaian transaksi.

Meski ditunda, sidang gugatan kedua pihak ini akan tetap digelar setelah penutupan transaksi akuisisi rampung.

Berdasarkan keputusan, hakim memberikan tenggat waktu bagi Musk dan Twitter untuk menyelesaikan penutupan transaksi sampai 28 Oktober 2022 pukul 17.00 waktu AS. Bila hingga tenggat tersebut transaksi tak kunjung ditutup, tanggal sidang akan kembali ditetapkan pengadilan.