KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Nama Giovanni Ferrero masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes pada 2022. Dengan kekayaan bersih sebesar US$36.2 miliar atau sekitar Rp560 triliun (asumsi kurs Rp15.496/US$), Giovanni menduduki posisi kedua orang terkaya di dunia dari industri Makanan dan Minuman (F&B). Dia juga tercatat sebagai orang paling kaya di seantero Italia, negara asalnya.

Laki-laki berusia 58 tahun ini merupakan sosok di balik produk cokelat terpopuler di dunia, yaitu Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, dan Butterfinger. Giovanni memulai kariernya menjadi CEO Ferrero Group sejak saudaranya, Pietro Ferrero meninggal dunia akibat serangan jantung pada 2011.

Sejak ayahnya, Michele Ferrero meninggal dunia pada 2015, Giovanni menambah titel jabatannya di Ferrero Group sebagai CEO dan Executive Chairman. Pada tahun yang sama, dia mengakuisisi perusahaan cokelat asal Inggris, Thornton senilai US$170 juta atau sekitar Rp2,6 Triliun.

Setelah itu pada 2018, usai melepaskan titel CEO-nya untuk berfokus pada posisi Executive Chairman, laki-laki berkebangsaan Italia ini membeli Butterfinger dan unit bisnis permen Nestle, Babyruth senilai US$2,8 miliar atau Rp43 triliun.

Selain berbisnis, sosok yang telah memiliki dua anak ini juga seorang novelis yang telah menerbitkan delapan buku. Diketahui, ia adalah sosok yang sangat menutup rapat kehidupan personalnya dari publik.

Diketahui, Ferrero Group merupakan perusahaan hasil warisan dari kakek Giovanni yang memiliki nama serupa dengan sepupunya, Pietro Ferrero. Pada zaman Perang Dunia II (PD II), Ferrero Group berhasil menjadi perusahaan kudapan terbesar di dunia.

Sejarah mencatat sepak terjang bisnis Ferrero dimulai dalam bayang-bayang Perang Dunia I. Pada tahun 1923, setelah bertugas di militer, Pietro Ferrero membuka toko kue di Dogliani, di barat laut Italia. Setahun setelahnya, Pietro menikah dengan Piera Cillario dan melahirkan seorang putra bernama Michele Ferrero pada tahun 1925, yang merupakan ayah dari Giovanni.

Keluarga itu menghabiskan beberapa dekade dan memutuskan untuk berpindah antar kota. Kemudian, pada tahun 1938, ia pindah ke Afrika Timur dengan rencana untuk menjual biskuit kepada pasukan Italia yang dikirim ke sana oleh Mussolini.

Pada saat Perang Dunia II dimulai, keluarga Ferrero menetap di bukit-bukit Alba. Di sanalah Pietro menemukan kesuksesan terbesarnya. Atas dorongan adik laki-lakinya, ia mulai bereksperimen dengan alternatif yang lebih murah daripada cokelat, sebuah kemewahan yang tidak terjangkau di Italia pada masa perang.

Setiap tahun, seperti dikutip dari Fine Dining Lovers, selai cokelat Nutella bisa terjual hingga US$ 19 miliar. Hasilnya, Nutella pun berhasil menjadi selai cokelat hazelnut yang paling terkenal di dunia.