KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Low Tuck Kwong masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Bahkan kenaikan harta kekayaannya menjadi yang tertinggi diantara jajaran orang terkaya di dunia. Kenaikan kekayaannya mengalahkan konglomerat ternama seperti Elon Musk, Gautam Adani, Bill Gates, Waren Buffett, dan Mark Zuckerberg.

Mengutip daftar konglomerat versi Forbes secara real time, kekayaan Low Tuck Kwong naik 21,96% menjadi US$ 30,8 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 27,6 miliar. Posisinya dalam urutan jajaran konglomerat terkaya di dunia naik dari urutan 49 menjadi urutan ke 43 orang paling tajir se-dunia.

Dikenal sebagai raja batu bara, Low Tuck Kwong kelahiran Singapura adalah pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia.

Dia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources. Low Tuck Kwong juga memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.

Low mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Low bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya di Singapura saat remaja dan kemudian pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar.Low berkembang sebagai kontraktor bangunan tetapi mendapatkan jackpot setelah membeli tambang pertamanya pada tahun 1997.

Sementara, orang paling kaya di dunia saat ini masih diduduki oleh Bernard Arnault and Family dengan kekayaan senilai US$ 176,6 miliar. Elon Musk masih menjadi orang terkaya nomor dua di dunia dengan kekayaan sebesar US$ 146,5 miliar.

Selanjutnya, Gautam Adani dengan kekayaan mencapai US$ 121,4 miliar. Warren Buffett memiliki harta kekayaan senilai US$ 106,3 miliar. Sementara Bill Gates harta kekayaannya sebesar US$ 103,5 miliar. Serta, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg saat ini ada di urutan 26 orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan senilai US$ 43 miliar.