kabinetrakyat.com – Beberapa waktu belakangan ini, publik sedang diramaikan dengan isu kebocoran data-data di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam ), Mahfud MD memberikan pernyataan terkait dengan hal tersebut.

Menko Polhukam tersebut mengatakan bahwa ia telah memastikan bahwa kebocoran data negara tersebut memang benar terjadi.

Namun, Mahfud melanjutkan bahwa kasus kebocoran data negara tersebut tidak terkait dengan data-data rahasia milik negara Republik Indonesia.

“Saya sudah dapat laporannya dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kemudian, dari analisis Deputi VII (Kemenko Polhukam), terjadi di sini-sini. Tetapi, itu bisa sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia,” kata Mahfud MD yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Oleh karena itu, Mahfud berpendapat bahwa kasus kebocoran data tersebut belum membahayakan data negara.

Karena justru data-data yang dibocorkan kepada publik merupakan hal-hal yang sudah pernah diberitakan di koran-koran.

“Jadi, belum ada yang membahayakan dan isu-isu yang muncul itu kan sudah ada di koran tiap hari, (berita mengenai) jadi presiden, ini, gini, kan cuma itu. Tidak ada rahasia negara dari yang saya baca,” kata Mahfud MD .

Mahfud mengatakan bahwa sebagai wujud dari tindak lanjutan kasus kebocoran data tersebut, pemerintah akan menggelar rapat untuk mendalami hal tersebut.

Sebelumnya, diketahui bahwa seorang peretas yang mengaku bernama Bjorka mengirim pesan melalui grup Telegram.

Peretas tersebut mengklaim bahwa telah meretas surat-menyurat milik Presiden RI Joko Widodo, termasuk juga surat dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Kemudian, klaim yang dilakukan Bjorka tersebut disebarluaskan oleh sebuah akun di Twitter Dark Tracer: Dark Web Criminal Intelligence.

Hal tersebut pun viral dan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler di Twitter hingga Sabtu, 10 September 2022 pagi.

Unggahan tersebut menerangkan bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia yang termasuk juga sebuah surat yang dikirimkan oleh BIN dengan label rahasia telah bocor.

Kepala Sekretariat Presiden, Budi Heru Hartono mengatakan bahwa tidak ada surat dan dokumen untuk Presiden Jokowi yang bocor di jagat maya.

“Nanti, pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru yang disampaikan pada Sabtu, 10 September 2022.***