KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – NESABAMEDIA.COM – Beberapa pengguna yang memasang pembaruan penambalan keamanan Microsoft menemukan bahwa perangkat printer mereka tidak bisa terhubung ke PC dan tidak bisa digunakan. Sebagian besar pengguna itu adalah yang memakai printer dengan merk Zebra dan pembaruan keamanan yang dimaksud adalah pembaruan KB5004945 Windows 10 untuk mengatasi kerentanan PrintNightmare.

Pihak Microsoft mengaku memahami masalah itu dan menyampaikannya sebagai ‘masalah yang diketahui’. Untuk sementara ini, saran yang diberikan Microsoft agar printer merk Zebra bisa terhubung ke perangkat PC dan bisa digunakan lagi adalah dengan melakukan roll back pembaruan, atau memasang ulang printer dengan akun administrator.

Sementara itu pihak Zebra juga telah mengetahui permasalahan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resminya, mereka mengatakan bahwa Microsoft sedang berupaya untuk merilis kembali pembaruan untuk perbaikan khusus tersebut dalam beberapa hari mendatang.

“Pembaruan pada tanggal 6 Juli 2021 dengan nama KB5004945 menyebabkan masalah pada perangkat printer untuk beberapa merek,” kata Microsoft menjelaskan.

Saat ini, Microsoft masih melakukan investigasi mengenai penyebab utama masalah tersebut bisa terjadi, dan berencana untuk merilis pembaruan perbaikan lagi dalam waktu kurang dari sepekan ke depan. Pengguna yang membutuhkan perbaikan saat ini juga, bisa mencoba untuk mencopot pembaruan tersebut, atau memasang ulang driver printer yang terdampak dengan akun administrator.

Namun akan lebih baik jika pengguna printer merk Zebra bisa menunggu pembaruan Windows 10 berikutnya yang akan hadir dengan perbaikan tersebut yang secara khusus juga memperbaiki kerentanan PrintNightmare. Pengguna printer Zebra yang membutuhkan bantuan mengenai perangkat printer dengan merek tersebut, bisa menghubungi tim bantuan teknis melalui situs resmi Zebra Printer.

Seperti yang telah diungkap nesabamedia.com dalam beberapa berita sebelumnya, masalah pada kerentanan PrintNightmare memang sangat serius dampak dan resikonya, sehingga Microsoft sampai harus melakukan perilisan perbaikan darurat untuk semua versi Windows, mulai dari Windows 7, Windows 8.1, dan beberapa edisi Windows Server dan Windows 10.

PrintNightmare memanfaatkan bug Zero Day yang ada di layanan Print Spooler, yang bisa memberikan hak akses penuh kepada peretas hingga ke sistem. Peretas bisa melihat, mengubah, menghapus dan mendapatkan kontrol penuh atas perangkat yang masih memiliki kerentanan itu.

EDITOR: MUCHAMMAD ZAKARIA

    Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense.

    Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website.