kabinetrakyat.com – Peti mati yang berisi jenazah Ratu Elizabeth II akan dipasangi The Imperial State Crown, yakni mahkota yang bertahtakan berlian serta batu pertama paling berharga di dunia.

Mengutip laporan BBC, jenazah Ratu Elizabeth II saat ini berada di Ruang Tahta Istana Holyroodhouse di Edinburgh, kediaman resmi raja Inggris di Skotlandia. Pada Senin (12/9/2022), Raja Charles dan anggota Keluarga Kerajaan akan menemani peti matinya dalam prosesi ke Katedral St Giles, di mana kebaktian akan digelar. Ratu akan disemayamkan di katedral tersebut sampai Selasa sore, dan publik dipersilakan untuk melihat peti matinya.

Keesokan harinya, peti mati akan diterbangkan dari Edinburgh ke London. Di Ibu Kota Inggris tersebut, Ratu akan disemayamkan di Westminster Hall mulai Rabu 14 September sore hingga hari pemakamannya, Senin 19 September.

Di Westminster Hall, peti mati Ratu akan diletakkan di atas platform yang ditinggikan, yang disebut sebagai catafalque. Setiap sudut platform akan dijaga ketat oleh tentara dari unit yang melayani Rumah Tangga Kerajaan.

Peti mati Ratu Elizabeth akan dibungkus dengan Royal Standard, yakni bendera yang melambangkan kekuasaan dan Kerajaan Inggris. Di atas peti tersebut juga akan diletakkan mahkota yang disebut Imperial State Crown.

Imperial State Crown adalah salah satu Permata Mahkota Kerajaan Inggris yang melambangkan kedaulatan raja/ratu. Mahkota ini telah ada dalam berbagai bentuk sejak abad ke-15.

Versi Imperial State Crown yang saat ini dibuat pada tahun 1937 dan dikenakan oleh pemimpin Kerajaan Inggris setelah penobatan dan digunakan pada Pembukaan Parlemen Negara. Mahkota tersebut dihiasi 2.901 batu mulia, termasuk berlian Cullinan II, St Edward’s Sapphire, Stuart Sapphire, dan Black Prince’s Ruby.

Selama periode persemayaman, aula gereja akan dibuka selama 24 jam sehari bagi anggota masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada peti mati Ratu Elizabeth II.

Anggota terakhir Keluarga Kerajaan yang disemayamkan di aula tersebut adalah Queen Mother alias Ibu Suri pada tahun 2002, ketika lebih dari 200.000 orang mengantre untuk melihat peti matinya.