KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Bicara soal laba-laba , hewan arthropoda yang satu ini keberadaannya cukup mudah dijumpai oleh manusia.

Laba-laba seringkali membuat jaring-jaring di kusen, gudang, langit-langit rumah, maupun ruangan lain yang jarang dihuni.

Walau mudah ditemukan, bukan berarti laba-laba bisa dianggap remeh karena beberapa spesies ternyata mempunyai racun yang mematikan.

Serangan spesies laba-laba tertentu patut diwaspadai karena dapat menyebabkan bekas luka, gatal, alergi, infeksi, nyeri otot, bahkan kematian.

Kendati terbilang berbahaya, sayangnya tidak semua orang dapat mengidentifikasi spesies laba-laba mana yang sebaiknya dijauhi.

Laba-laba paling berbahaya di dunia

Ada lebih dari 43.000 spesies laba-laba di seluruh dunia.

Untungnya, kurang dari 30 spesies laba-laba yang racunnya dapat menyebabkan kematian.

Agar orang makin waspada dengan hewan berbuku-buku ini, berikut sembilan laba-laba paling berbahaya di dunia .

1. Brown recluse spider

Brown recluse spider atau Loxosceles reclusa dapat diketahui dari ukuran tubuhnya sekitar 0,7 milimeter dan rentang kaki sekitar 2,5 centimeter.

Spesies laba-laba ini juga memiliki ciri khas lain berupa warna cokelat dan pola seperti biola pada kepala bagian atas.

Brown recluse spider termasuk laba-laba berbahaya karena racunnya dapat menghancurkan dinding pembuluh darah di dekat lokasi gigitan dan luka besar.

Racun brown recluse spider patut diwaspadai karena mengandung protein yang menargetkan molekul fosfolipid.

Ketika molekul tersebut disasar maka sebagian besar membran selterbentuk dan mengubah molekul ini menjadi lipid sederhana.

Luka akibat brown recluse spider kemungkinan memerlukan beberapa bulan untuk sembuh bahkan bisa memicu kematian -meski jarang terjadi.

Brown recluse spider biasanya tinggal di rumah, lubang hewan pengerat, ruangan tidak terpakai, loteng, atau langit-langit.

2. Brazilian wandering spiders

Brazilian wandering spiders atau Phoneutria fera dan P. nigriventer juga disebut laba-laba pisang karena sering ditemukan di daun pisang.

Brazilian wandering spiders memiliki sistem pertahanan dengan mengangkat dua kaki depannya ke atas ketika merasa terancam.

Spesies laba-laba itu berbahaya karena racunnya bisa memengaruhi sistem saraf yang berakibat pada detak jantung tidak teratur dan ereksi lama (priapisme).

Meski begitu, peneliti sedang berusaha memanfaatkan racun brazilian wandering spiders sebagai obat untuk disfungsi ereksi.

3. Yellow sac spider

Yellow sac spider dapat dikenali dari panjang tubuhnya sekitar 0,3-1,5 centimeter dan membuat jaring-jaring di daun, rumput, atau bawah batu.

Laba-laba dengan nama latin Cheiracanthium inclusum itu juga sering ditemukan di dalam ruangan di sepanjang kawasan AS, Meksiko, dan Amerika Selatan.

Spesies tersebut terbilang laba-laba berbahaya karena racunnya bersifat sitotoksin, atau sel yang menghancurkan sel atau merusak fungsinya.

Racun yellow sac spider juga menyebabkan lesi nekrotikans (kerusakan jaringan), kemerahan, dan pembengkakan di bekas gigitan.

Yellow sac spider dapat bertindak agresif, apabila si betina merasa terancam ketika mempertahankan telur-telurnya.

4. Wolf spider

Wolf spider ditemukan di Amerika Utara dan di Eropa, tapi paling banyak ditemukan di lingkar Artik.

Spesies laba-laba tersebut dapat dikenali dari tubuhnya yang berukuran 2,5 centimeter dengan kaki yang panjangnya hampir sama.

Selain itu, wolf spider bisa diidentidikasi dari warnanya yang cokelat tua dan tubuhnya yang panjang dan lebar serta berbulu.

Wolf spider biasanya ditemukan di bawah batu, batang kayu, dedaunan, termasuk rumah yang ditinggali manusia.

Meskipun laba-laba tidak dianggap agresif, hewan ini seringkali menggigit manusia untuk membela diri.

Gigitan wolf spider dapat menyebabkan alergi, gatal, mual, pusing, dan peningkatan denyut nadi.

5. Black widow spider

Spesies laba-laba yang satu ini dapat ditemukan di AS, sebagian Kanada, Amerika Latin, termasuk kawasan Karibia.

Black widow spider atau Latrodectus mactans seringkali bersarang di tumpukan kayu, liang atau di antara tanaman sebagai penopang jaring.

Untuk mengidentifikasi black widow spider, si betina berukuran sekitar 2,5 centimeter, tubuhnya berwarna hitam mengkilat, dan pola jam pasir berwarna merah.

Sementara black widow spider jantan berukuran lebih kecil dengan ciri khas pola seperti jam pasir di tubuhnya.

Black widow jantan juga memiliki sepasang garis merah dan putih di perutnya dan biasanya dimakan oleh betina setelah kawin.

Ketika black widow spider menyerang, gigitannya dapat menyebabkan nyeri otot yang parah dan kram, mual, dan kelumpuhan ringan pada diafragma.

6. Brown widow spider

Brown widow spider tersebar di kawasan California selatan, Karibia, pantai teluk AS, Jepang, Afrika Selatan dan Madagaskar, Australia, dan Siprus.

Umumnya, laba-laba dengan nama latin Latrodectus geometricus itu membuat jaring-jaring di gedung, ban bekas, bawah mobil, atau semak-semak.

Brown widow spider dapat dikenali dari tubuhnya yang berwarna cokelat-hitam legam dan perut yang terdiri dari beberapa spesimen.

Tak hanya itu, brown widow spider juga mempunyai pola jam pasir berwarna jingga yang membedakan dengan spesies laba-laba lainnya.

Brown spider termasuk spesies laba-laba berbahaya karena racunnya sempat merenggut dua nyawa di Madagaskar pada tahun 1990-an.

7. Red widow spider

Red widow spider memiliki karakteristik seperti cephalothorax dan kaki kemerahan serta perut berwarna cokelat kemerahan sampai hitam.

Bagian atas perut spesies tersebut juga berbintik merah atau jingga dengan setiap bintik dikelilingi oleh garis kuning atau putih.

Sementara lebar kaki betina dewasa adalah 3,8-5 centimeter, sedangkan yang jantan hanya sekitar sepertiga dari ukuran ini.

Red widow spider masuk ke dalam daftar spesies laba-laba berbahaya karena racunnya dapat menyebabkan nyeri, kram, dan mual.

Tidak menutup kemungkinan gigitan spesies laba-laba tersebut dapat menyebabkan kematian meski jarang terjadi.

Red widow spider akan melancarkan serangan apabila manusia berusaha mengusiknya dan untuk melindungi telurnya.

8. Redback spider

Redback spider mempunyai daerah persebaran di Selandia Baru, Belgia, Australia, hingga Jepang.

Spesies laba-laba yang satu ini juga ditemukan di daerah perkotaan dan sering membuat sarang di tempat tinggal manusia.

Redback spider dapat dikenali dari garis merah yang menonjol atau tanda berbentuk jam pasir di punggungnya yang berwarna hitam.

Redback spider patut diwaspadai manusia karena racunnya adalah campuran neurotoksin yang disebut alpha-latrotoxins.

Racun spesies laba-laba tersebut dapat menghasilkan rasa sakit, berkeringat, detak jantung cepat, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kematian.

Redback spider dapat melancarkan serangan apabila si betina merasa telurnya dalam berbahaya.

Namun, redback spider jantan cenderung tidak agresif dan cenderung berpura-pura mati ketika diganggu.

9. Funnel web spiders

Keluarga laba-laba dalam ordo Araneida ini dinamai karena jaringnya yang berbentuk corong yang terbuka lebar di mulut tabung.

Funnel web spiders biasanya memilih menunggu mangsanya yang terperangkan di jaring sebelum di makan.

Genus yang paling penting dari spesies ini adalah Evagrus, Brachythele, dan Microhexura di Amerika Utara, Trechona di Amerika Selatan, dan genus Atrax yang beracun di Australia.

Atrax robustus dan A. formidabilis adalah contoh dari laba-laba besar berwarna cokelat yang sangat ditakuti di Australia bagian selatan dan timur.

Pasalnya, spesies laba-laba tersebut memiliki gigitannya yang berbisa dan beberapa kematian terjadi di Sydney pada tahun 1920-an.