kabinetrakyat.comJakarta, CNBC Indonesia – Pengusaha nasional dengan portofolio bisnis membentang dari batu bara hingga pengiriman barang, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, berpotensi mengantongi keuntungan triliunan dari kinerja positif perusahaan yang dimilikinya hingga pertengahan tahun ini.

Sebagian besar emiten yang dimiliki oleh Boy Thohir mencatatkan kinerja positif dalam enam bulan pertama tahun ini. Artinya jika emiten-emiten tersebut memilih untuk menggunakan sebagian atau seluruh laba untuk didistribusikan kepada investor dalam bentuk dividen, maka pundi-pundi Boy Thohir akan ikut meningkat.

Lalu seberapa besar cuan Boy Thohir diukur dari kinerja keuangan emiten yang masuk dalam portofolio bisnis miliknya?

Adaro Energy (ADRO) & Adaro Minerals (ADMR)

Adaro mencatatkan laba bersih senilai US$ 1,21 miliar atau setara Rp 18,05 triliun (kurs Rp 14.885/US$) hingga akhir semester I-2022. Capaian tersebut meroket sebesar 613% dari semester I-2021 senilai US$ 169,96 juta.

Tingginya harga batu bara akibat pemulihan permintaan pasca pandemi serta didorong juga oleh kelangkaan energi imbas perang di Eropa Timur, membuat keuntungan operasi batu bara Adaro melonjak drastis.

Kepemilikan langsung Boy Thohir di emiten ini adalah sebesar 6,18%. Selain itu ia juga memiliki kepemilikan tidak langsung bersama TP Rachmat, keluarga Benny Subianto dan keluarga Edwin Soeradjaya melalui kongsi PT Adaro Strategic Investment (ASI) yang merupakan pengendali perusahaan dengan kepemilikan saham 43,91%. Data terbaru yang tersedia yakni prospektus IPO Adaro Minerals (ADMR), kepemilikan tidak langsung Boy Thohir di ADRO lewat ASI adalah 1,92%.

Artinya secara total kepemilikan Boy Thohir di ADRO mencapai 8,1%. Dengan perolehan laba tersebut, porsi yang akan diterima oleh Boy Thohir apabila seluruh laba dibagikan ke investor mencapai Rp 1,46 triliun. Sebagai catatan, ADRO merupakan salah satu emiten yang rajin membagikan dividen, dengan angka DPR dua tahun terakhir mencapai 86% laba.

Selanjutnya kinerja fantastis juga dicatatkan oleh ADMR yang merupakan anak usaha ADRO yang berfokus pada batu bara kalori tinggi. Laba usaha ADMR semester pertama tercatat US$ 272,72 juta (Rp 4,06 triliun). Perolehan ini melesat 438,23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 44,04 juta.

Berdasarkan perhitungan Tim Riset CNBC Indonesia, Boy Thohir yang menjabat sebagai komisaris utama ADMR menguasai 8,25% saham perusahaan sebelum IPO. Nilai tersebut terdilusi setalah 15% saham baru diterbitkan dalam penawaran umum perdana, sehingga saham Boy Thohir di ADMR saat ini jumlahnya sekitar 7,01%. Adapun jumlah saham yang dimiliki langsung berjumlah 6,46%

Artinya apabila ADMR memutuskan untuk membagikan seluruh laba kepada pemegang saham, porsi yang diterima oleh Boy Thohir atas kepemilikan langsung (6,45%) mencapai Rp 262 miliar.

Secara total dari kedua perusahaan tambang batu bara tersebut Boy Thohir berpotensi cuan hingga Rp 1,72 triliun.

Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) dan Anak Usahanya

Awal tahun ini, Boy Thohir juga masuk ke bisnis layanan finansial dengan mencaplok salah satu sekuritas besar Indonesia, Trimegah Sekuritas. Boy Thohir juga diketahui telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan sebanyak 2,4 miliar saham atau setara dengan 33,8%.

Setelah itu sebagai pengendali baru, Boy Thohir penawaran tender wajib yang telah selesai dilakukan. Saat ini kepemilikan sahamnya di TRIM tercatat sebesar 34,64%. Alhasil dirinya juga memiliki secara tidak langsung emiten yang dimiliki oleh TRIM yakni CARS.

Hingga pertengahan tahun ini, TRIM mencatatkan laba bersih Rp 37,39 miliar, yang mana Rp 12,95 miliar merupakan porsi milik Boy Thohir. Dari sini saja cuan pribadi Boy sudah bertambah jadi Rp 1,84 triliun jika ditotal dengan cuan dari ADRO dan ADMR. Belum lagi dari kepemilikannya di CARS. CARS sendiri mencatatkan laba Rp 52,47 miliar.

Koleksi Saham New Economy

Setelah sukses mengelola bisnis pertambangan, Boy Thohir tampaknya ingin ikut ambil andil dalam bisnis ekonomi baru lewat kepemilikan saham di perusahaan rintisan ataupun teknologi. Meski demikian, hingga saat ini portofolio segmen ini masih belum memberikan pengembalian yang dapat bersaing dengan perolehan dari emiten sektor lain yang dimilikinya.

Boy Thohir merupakan salah satu jajaran aktor utama suksesnya penawaran perdana raksasa teknologi Indonesia Goto Gojek Tokopedia (GOTO), yang mana dirinya menjabat sebagai komisaris utama.

Kepemilikan saham Boy Thohir di emiten teknologi raksasa RI ini relatif sangat kecil atau hanya 0,09%. Saat ini GOTO masih mencatatkan kerugian Rp 13,65 triliun selama enam bulan pertama tahun 2022.

Selain itu ekspansi ke bisnis new economy juga dilakukan lewat akuisisi sebagian saham penyedia jasa pengantaran. Boy Thohir resmi memiliki saham di PT Tri Adi Bersama atau AnterAja yang juga merupakan salah satu mitra pengantaran e-commerce Tokopedia. Sebagian saham AnterAja juga dimiliki oleh Adi Sarana Armada (ASSA) yang pada semeter pertama tahun ini mencatatkan laba Rp 115 miliar.

Selain yang telah disebutkan di atas, Boy Thohir juga memiliki saham dengan jumlah signifikan di perusahaan tambang emas Merdeka Copper Gold (MDKA). Akan tetapi hingga akhir Agustus 2022, perusahaan masih belum melaporkan kinerja keuangan kuartalan untuk tahun 2022.

TIM RISET CNBC INDONESIA