kabinetrakyat.com – Sebagian orang beranggapan bahwa berdedikasi pada pekerjaan merupakan salah satu cara untuk mencapai kesuksesan .

Faktanya, dalam lingkungan kerja, semua karyawan memang harus berdedikasi dan bertanggung jawab atas apa yang ditugaskan kepada mereka.

Namun, bukan berarti kita harus menempatkan pekerjaan di atas segalanya, termasuk mengorbankan kehidupan sosial dan pribadi kita.

Hal ini mulai marak diperbincangkan di media sosial dan dinamakan dengan istilah hustle culture . Lantas, apa itu hustle culture ?

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari bfi.co.id pada 8 September 2022, hustle culture adalah gaya hidup ketika seseorang terus-menerus bekerja dan hanya mengambill waktu istirahat sebentar.

Hal ini dilakukan karena mereka merasa bahwa dengan melakukannya akan membuat dirinya sukses di kemudian hari.

Orang yang menjalankan gaya hidup ini biasanya dijuluki sebagai seorang workaholic atau pecandu kerja.

Di Indonesia sendiri, hustle culture sering dikaitkan dengan budaya kerja karyawan di sebuah perusahaan startup teknologi dengan ritme kerja yang sangat cepat.

Tak hanya ritme kerja yang cepat, bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan juga kerap dialami para pekerja yang mengikuti gaya hidup ini.

Teknologi yang semakin canggih membuat media komunikasi tidak selalu harus bertatap muka tetapi, dapat dilakukan juga dengan menelepon atau mengirim pesan teks.

Hal ini mendukung hustle culture lebih rentan terjadi karena para pekerja masih bekerja di luar jam kerja yang telah ditentukan.

Selain itu, tidak dapat disangkal bahwa kebanyakan orang akan menganggap bahwa semakin sibuk seseorang, semakin besar peluang untuk mendapatkan posisi pekerjaan yang tinggi, pendapatan yang lebih baik, dan kesuksesan .

Untuk mencegah dan menghindari hustle culture , beberapa perusahaan telah menerapkan kegiatan sampingan selain bekerja seperti ; gathering bersama, olahraga bersama, gathering, serta mencapai kehidupan pekerjaan dan pribadi yang seimbang..

Selain itu, beberapa organisasi dalam suatu perusahaan juga mulai banyak yang menerapkan aturan untuk tidak mengganggu rekan kerja lainnya di luar jam kerja yang telah ditentukan.

Saat kita mulai lelah secara fisik dan mental dari pekerjaan , ambilah waktu untuk beristirahat sejenak dan mencari hiburan untuk sementara waktu. (Raden Roro Nabiilah Cakraningtyas)***