kabinetrakyat.com – Emiten menara Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan laba bersih yang stagnan pada semester I-2022 sebesar Rp 1,69 triliun, dibandingkan dengan semester I-2021.

Akibatnya, perolehan laba per saham juga stagnan di angka Rp 34 per unit.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan, Rabu (31/8/2022), pendapatan tercatat tumbuh sebesar 33,8% dari Rp 3,97 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp 5,32 triliun pada semester I-2022.

Beban pokok pendapatan juga naik 33,2% dari Rp 1,08 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp 1,44 triliun pada semester pertama tahun ini.

Laba kotor naik 34,1% dari Rp 2,89 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp 3,87 triliun pada semester I-2022.

Namun, terdapat lonjakan signifikan pada pos beban usaha lainnya dari hanya Rp 8,63 miliar menjadi Rp 198,64 miliar. Sedangkan beban umum dan administrasi tercatat meningkat 33,5% menjadi Rp 376,8 miliar.

Selain itu, pos biaya keuangan juga melonjak 131,3% dari Rp 522,06 miliar menjadi Rp 1,2 triliun.