kabinetrakyat.com – Para perwakilan dari Rusia dan China membahas upaya memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral dalam sebuah forum yang diadakan di Vladivostok, Rusia, pada pekan ini.

Forum bisnis “Kerja Sama Rusia-China di Era Baru” ini digelar pada Rabu (7/9), di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-7, yang ditutup pada Kamis (8/9).

Dalam pidato melalui video, Duta Besar (Dubes) China untuk Rusia Zhang Hanhui mengatakan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara selama ini tetap tangguh. China telah menjadi mitra dagang terbesar Rusia selama 12 tahun berturut-turut.

Perwakilan perdagangan Rusia di China, Alexey Dakhnovsky, mengatakan bahwa Rusia dan China perlu memperkuat kerja sama di platform e-commerce, transportasi dan logistik, serta memfasilitasi pembayaran lintas batas antarbank.

Nikolay Kharitonov, Ketua Komite Duma Negara untuk Pengembangan Timur Jauh dan Arktika, mengatakan wilayah Timur Jauh Rusia harus memperkuat pertukaran ekonomi dengan provinsi-provinsi China.

Dia mengatakan wilayah tersebut harus lebih fokus pada pengembangan produk bernilai tambah tinggi yang diminati konsumen China sembari mempromosikan pengembangan e-commerce.

Zhou Liqun, Presiden Persatuan Pengusaha China di Rusia, meyakini bahwa kedua negara perlu bekerja untuk menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan serta mendorong titik pertumbuhan baru dalam ekonomi digital, pembangunan hijau, dan biomedis.

EEF ke-7 dimulai pada Senin (5/9). Acara tahun ini mengusung tema utama bertajuk “Menuju Sebuah Dunia Multipolar”.

Pertama digelar pada 2015, EEF menjadi wadah penting untuk dialog antara politisi, eksekutif bisnis, dan pakar untuk pengembangan Timur Jauh dan kerja sama regional.