kabinetrakyat.com – Pihak berwenang di kota Shenzhen, China Selatan menutup pasar elektronik terbesar Huaqiangbei sejak Senin (29/8). Keputusan ini diambil dalam rangka memutus angka penularan COVID-19 yang masih tinggi.

Pasar elektronik terbesar Huaqiangbei ditutup hingga 2 September 2022. Tiga bangunan utama di area tersebut terdiri dari ribuan kios yang menjual microchip, suku cadang telepon, dan komponen elektronik lainnya.

“Penutupan pembatasan terkait COVID-19 telah merugikan Huaqiangbei, yang sebelum pandemi disibukkan dengan pengusaha asing mencari sumber komponen di China,” bunyi pemberitaan CNBC, dikutip Rabu (31/8/2022).

Menurut media setempat, layanan kereta bawah tanah di 24 stasiun di pusat distrik Futian dan Luohu juga dihentikan. Di Futian, para pejabat mengumumkan bahwa bioskop, bar, karaoke, taman dan acara publik besar ditutup atau dibatalkan hingga 2 September.

Tes COVID-19 di China sudah menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pada Senin (29/8), di pusat teknologi dari hampir 18 juta orang melaporkan 9 kasus bergejala dan 2 tanpa gejala.

Kelurahan Wanxia, yang menyediakan akomodasi murah bagi ribuan pekerja berupah rendah seperti sopir dan buruh juga ditutup sebagai langkah pencegahan COVID-19. Meskipun tidak ada kasus positif yang dilaporkan di sana.

Sebelumnya China melaporkan terdapat 1.696 infeksi COVID-19 baru pada 28 Agustus 2022, di mana 352 di antaranya bergejala dan 1.344 tidak menunjukkan gejala.