kabinetrakyat.com – Elon Musk mengungkapkan bahwa ia rajin melakukan puasa secara berkala berkat saran dari temannya.

Pengakuannya ini ia sampaikan dalam akun Twitter miliknya pada Senin, 29 Agustus 2022.

CEO dari Tesla dan SpaceX ini juga mengaku merasa lebih sehat setelah rutin melaksanakan puasa.

“Atas saran dari seorang teman baik, saya sudah melakukan puasa secara berkala dan merasa lebih sehat,” tutur Elon Musk .

Pria yang kini berusia 51 tahun ini mengungkapkan berat badannya turun sebesar lebih dari dua puluh pon atau sembilan kilogram.

Sebelumnya, Elon Musk sempat diejek habis-habisan oleh warganet setelah foto-fotonya yang sedang duduk bertelanjang dada di kapal pesiar dirilis oleh media daring setempat pada Juli lalu.

Warganet mengolok-olok fisik Musk yang dinilai terlalu kelebihan berat badan.

Ia tidak menjelaskan secara rinci seberapa sering ia berpuasa. Namun, ia mengatakan dibantu oleh sebuah aplikasi puasa bernama Zero: Fasting & Health Tracker.

Zero merupakan aplikasi yang berfokus untuk membantu para penggunanya melakukan intermittent fasting atau puasa intermiten.

Berbeda dengan puasa yang biasa dilakukan oleh umat Islam, puasa intermiten memiliki beberapa metode.

Menurut John Hopkins Medicine, puasa intermiten adalah ketika seseorang hanya makan pada waktu tertentu dalam sehari.

Misalnya, metode yang paling umum dilakukan adalah dengan makan hanya selama periode delapan jam setiap hari dan kemudian berpuasa selama sisa hari itu.

Puasa intermiten sering dilakukan sebagian orang untuk membakar lemak.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Independent, para peneliti menemukan bahwa puasa juga dapat bermanfaat bagi kinerja fisik, pemikiran, dan kesehatan jantung.

Namun, para pakar juga menekankan agar untuk berkonsultasi dahulu kepada praktisi kesehatan sebelum melakukan diet dengan cara puasa intermiten.

Sebab, tidak puasa intermiten tidak dianjurkan untuk beberapa orang, termasuk mereka yang menderita diabetes atau masalah gula darah, serta wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Beberapa efek sampingnya juga dapat mencakup kecemasan, sakit kepala, atau mual, yang harus dibicarakan dengan dokter.***