kabinetrakyat.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong kampus lebih adaptif dalam memberi ruang kreasi bagi para mahasiswa sehingga memunculkan banyak talenta, baik dalam bidang keilmuan maupun di luar keilmuan, dan generasi yang memiliki kepemimpinan yang baik.

“Kampus harus lebih adaptif memberikan ruang kepada mahasiswa sehingga banyak talenta yang muncul. Juga menyiapkan generasi dengan leadership yang bagus melalui kegiatan atau organisasi di kampus, “kata Ganjar saat Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru 2022 “Joyfull Learning” di Lapangan Albertus Kampus Unika Soegijapranata, Semarang, Rabu.

Jadi mahasiswa bisa belajar mengorganisasikan diri dan kelompoknya, tidak akan mendominasi diri dan memiliki keahlian, tambah Ganjar

Orang nomor satu di Jateng menjelaskan bahwa aktivitas mahasiswa dalam berorganisasi itu kemudian bisa juga dikonversi menjadi nilai akademik sebab banyak hal mengenai kepemimpinan dan keterampilan tidak didapatkan di ruang kelas, tapi dari menjadi aktivis atau berorganisasi.

“Menarik ini temanya yang di Unika ini, Joyfull Learning. Jadi bagaimana membikin pembelajaran atau prosesnya itu menyenangkan, itu menjadi ruang untuk kreativitas mahasiswa,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Menurut Ganjar, pembelajaran menyenangkan juga dapat diartikan lebih luas oleh mahasiswa karena kampus menjadi tempat bertemunya beragam etnis, budaya, dan golongan sosial dari seluruh daerah di Indonesia.

“Saya senang, hampir seluruh Indonesia ada, maka joyfull learning-nya itu tidak hanya diartikan dalam proses belajarnya, tapi mereka bisa berteman dengan banyak orang dari banyak tempat, mengerti beda suku, agama, golongan sosial yang ada,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Kemampuan beradaptasi mahasiswa, lanjut Ganjar, juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia, terlebih kondisi dunia saat ini berubah dengan sangat cepat.

“Kita mulai kenalkan juga dunia mulai berubah, gak bisa belajar biasa-biasa saja tetapi harus luar biasa. Itu bisa dibangun kalau mereka membuat satu kelompok, tim diskusi didampingi bapak-ibu dosen dan diarahkan pada kondisi-kondisi yang mereka harus adaptif, inovatif, dan kreatif seperti merdeka belajar,” ujarnya.