KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Apakah kamu termasuk salah seorang yang khawatir hamil di atas usia 40 tahun karena merasa tak lagi subur?

Sebenarnya kekhawatiran semacam itu tak sepenuhnya benar, karena kehamilan masih sangat mungkin terjadi.

Kita tentu masih ingat, aktris Halle Berry dan model Elaine Irwin yang beberapa tahun silam mengumumkan kehamilan di usia 46 tahun dan 43 tahun.

Lalu, jika dirunut lebih ke belakang, hal yang sama juga dialami Uma Thurman, Madonna, Kelly Preston, dan Tina Fey, yang semuanya melahirkan di atas usia 40 tahun.

“Saya pikir saya sudah terlalu tua untuk bisa hamil, ini mengejutkan dan hal terbaik dalam hidup saya,” ujar Halle kala sedang mengandung anak dari Olivier Martinez.

Ya, banyak orang masih beranggapan bahwa masa subur dan siap hamil itu ideal di usia 30-an, dan mulai menurun jika usia sudah masuk kepala empat.

Kabar baiknya, sejumlah peneliti di Amerika Serikat mengungkap, kemungkinan untuk hamil dan mempunyai bayi di atas usia 40 tahun, masih sangat mungkin.

Salah satunya, ungkapan itu disampaikan Dr Jamie Grifo kala menjabat sebagai Direktur Program New York University Medical Center, AS.

Dr Grifo mengaku pernah membantu perempuan yang mengandung di usia 40-an, bahkan ada yang 50 tahun.

Ia juga pernah menangani perempuan 46 tahun yang hamil berkat program pembekuan sel telur yang dia lakukan sewaktu usia 42 tahun.

Sejumlah selebritas memang menunda waktu untuk memiliki anak, dan salah satu caranya dengan ikut program pembekuan sel telur ini.

Fertilitas atau masa subur menurun setelah usia 35 tahun. Di usia 40 tahun, kehamilan tanpa bantuan teknologi hanya berkisar 10 persen, setelah 45 turun di angka satu persen.

Namun perkembangan teknologi makin pesat dan membuat kemungkinannya jadi lebih meningkat.

Angka kelahiran di New York berkisar antara 28 persen setelah usia 40, 18 persen di usia 42, dan kata Dr Grifo, kurang dari dua persen ketika berusia di atas 44 tahun.

Namun demikian, American Society of Reproductive Medicine menyebut, pembekuan sel telur dianggap sebagai hal yang tak lagi sekadar bersifat ekperimental.

Kesuburan beranjak dari usia berapa sel itu dibekukan, bukan di saat usia hamil.

Misalkan pembekuan dilakukan saat usia 35, dan kemudian hamil di usia 45 tahun, maka sebenarnya kesempatan untuk hamil adalah sama dengan saat usia melakukan donasi. Kemungkinannya mencapai 50 persen.

Meski tidak ada jaminannya, teknologi yang pesat seperti disampaikan para ahli -termasuk metode pembekuan sel telur, memberi kesempatan pada mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun bisa hamil dan melahirkan lagi.

Lantas, bagaimana jika sekarang sudah berusia di atas 40 tahun, tapi belum pernah membekukan sel telur?

Berdasarkan studi yang dilaporkan oleh The New England Journal of Medicine, donasi sel telur yang diberikan pada perempuan di usia 40 kesempatan untuk memiliki bayi sama dengan saat dia berusia 20 tahun.

Namun demikian, tetap mesti disadari juga resiko yang mungkin terjadi.

Sejumlah ahli menganjurkan, agar kaum perempuan tetap membekali diri dengan pengetahuan, dan mengikuti saran dokter misalnya diet dan menghindari stres.

Dr Grifo khusus menyebut agar perempuan benar-benar membuat rencana yang matang jika memang ingin hamil.