kabinetrakyat.com – Kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat ( Brigadir J ) telah mencapai babak baru. Seluruh tersangka menjalani uji kebohongan menggunakan poligraf (lie detector).

Berbeda dari hasil Bharada Richard Eliezer (RE) alias E dan milik Bripka Ricky Rizal (RR) yang telah lebih dulu diungkap, hasil Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi justru dirahasiakan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Ujang Komaruddin mengatakan bahwa hasil itu seyogianya memang merupakan hak penyidik dan dinilai sangat subjektif.

Untuk itu, Komaruddin meminta agar pengadilan nantinya tak menjadikan hasil tersebut satu-satunya sandaran kebenaran.

Baca Juga: Ferdy Sambo Selesai Jalani Tes Kebohongan, Polri Rahasiakan Hasilnya

Saran ini juga berlaku bagi masyarakat. Komaruddin mengisyaratkan supaya publik tak perlu banyak ingin tahu penilaian subjektif penyidik tersebut, dan menyerahkan semuanya pada meja hijau.

“Itu sifatnya sangat subjektif. Itu kan alat, alat itu kan bisa eror, bisa salah, bisa benar kan, bisa mengalami kerusakan dan lain sebagainya,” ujar Komaruddin, saat dihubugi lewat daring.

“Oleh karena itu jangan sampai penyidik menjadikan lie detector itu sebagai sebuah alat untuk mendeteksi kebenaran yang seutuhnya. Saya melihat penilaian alat itu seperti manusia, bisa subjektif tadi,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui, tersangka sekaligus dalang pembunuhan Yoshua, Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan uji kebohongan dengan alat penguji lie detector pada Kamis, 8 September 2022.

Baca Juga: Viral Parodi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Saat Rekonstruksi: Dapet Banget Aktingnya

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pemeriksaan poligraf terhadap Ferdy Sambo berlangsung selama 6 jam.

Adapun penggunaan lie detector itu dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB. “Jam 13.00 WIB sampai 19.00 WIB info dari Sespus,” ujar Dedi, Jumat, 9 September 2022.

Seperti juga alasan kerahasiaan hasil lie detector Putri Candrawathi , Dedi menegaskan hasil tes poligraf FS merupakan keperluan penyidik yang tak perlu dibagikan pada publik.

“Hasil uji lie detector atau polygraph itu pro justitia (demi penegakkan hukum, hanya) untuk penyidik,” ujar dia.

Baca Juga: Bayi Perdi Sambo Lahir Selamat di Banyuasin, RS Sekayu: Saat Ini Masih di Ruangan

Alhasil Dedi tidak memberikan informasi rinci terkait hasil uji lie detector Ferdy Sambo sebab itu di luar kewenangannya.

“Hasilnya apakah sudah selesai (atau belum) itu domainnya (kewenangan) labfor (laboratorium forensik) dan penyidik,” ucap Dedi.

Dengan rampungnya pengujian metode lie detector terhadap FS, di Puslabfor Polri Sentul, maka kelima tersangka telah menyelesaikan pengujian ini.

Diantaranya Bharada E, RR, Kuat Ma’ruf, Putri Candrawathi , dan Ferdy Sambo . Saksi yang juga ikut diinterogasi menggunakan metode ini ialah Asisten Rumah Tangga (ART) keluarga Sambo, Susi. ***