kabinetrakyat.com – Hari ini Komisi XI DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Rapat ini membahas terkait program OJK dan anggaran.

Namun para anggota DPR mencecar anggota dewan komisioner OJK terkait masalah yang ada di industri asuransi, mulai dari Bumiputera, Asuransi Jasindo, sampai WanaArtha.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng mengungkapkan saat ini masalah banyak terjadi di sektor industri keuangan non bank (IKNB). Bahkan masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun. Bumiputera merupakan salah satu masalah yang tak kunjung usai.

“Bumiputera ini tidak mungkin di-bail out oleh pemerintah, karena pemegang polis itu pemegang sahamnya. OJK harus ambil sikap, tidak boleh dibiarkan lagi masalah ini terjadi,” kata Mekeng di Komisi XI DPR, Kamis (8/9/2022).

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad meminta OJK untuk mengevaluasi secara keseluruhan tingkat deputi, kepala departemen, deputi direktur. Menurut dia hal ini perlu dilakukan agar benang kusut yang terjadi dari periode ke periode bisa diselesaikan.

“Bagaimana mungkin kepolisian mengambil alih penanganan hukum terhadap WanaArtha dengan menetapkan tujuh tersangka ini menunjukkan bahwa OJK sangat lemah dalam pengawasan dan menggunakan pasal di UU tersebut, padahal punya otoritas yang kuat untuk hal itu. Mohon dievaluasi pejabat di IKNB,” jelasnya.

Kamrussamad juga meminta OJK untuk memperbarui informasi terkait Asuransi Jasindo dan sejauh mana ketahanan lembaga jasa keuangan khususnya penjaminan.

“Karena kami mendapatkan informasi tentang RBC Jasindo yang sudah minus lebih dari 70% dan bagaimana dengan Askrindo dan bagaimana dengan Jamkrindo dan bagaimana dengan lembaga penjaminan yang lainnya, ini berdampak cukup dalam. Karena akan berdampak di perbankan, kalau tidak ada antisipasi awal ini, ini sesuatu yang besar pengaruhnya di sektor perbankan. Ini perlu dipersiapkan dengan matang supaya tidak terjadi skandal baru di periode pak Mahendra,” jelasnya.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Nasdem Satori menanyakan bagaimana OJK menyelesaikan masalah konsumen. Menanggapi hal tersebut Ketua DK OJK Mahendra Siregar mengungkapkan saat ini peran dan kontribusi asuransi di perekonomian nasional tetap tinggi, meskipun masih berhadapan dengan banyak masalah.

Dia menyebut OJK telah berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Namun jangan anggap asuransi ini tak punya prospek lagi. Ini masih besar potensinya, kelihatan dari angka faktual,” jelas dia.

Menurut dia, dilihat dari governance dan aspek kecukupan modal perusahaan asuransi masih cukup baik.