kabinetrakyat.comJakarta, CNBC Indonesia – Rupiah sukses mencatat penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/9/2022). Indeks dolar AS yang terkoreksi serta rilis survei konsumen di dalam negeri membuat rupiah mampu mencatat penguatan 0,13% ke Rp 14.930/US$.

Indeks dolar AS yang kemarin sempat meroket ke 110,78, tertinggi dalam lebih dari 10 tahun terakhir, berbalik mengalami koreksi sebesar 0,34% ke 109,84. Penurunan berlanjut, hingga sore ini berada di kisaran 109,77, melemah tipis 0,06%.

Rupiah pun mampu menguat meski juga tidak besar.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) merilis Survei Konsumen edisi Agustus pada Kamis (8/9/2022). Hasilnya, konsumen Indonesia semakin optimistis.Hasil survei dari BI menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus sebesar 124,7, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 123,7.

IKK menggunakan angka 100 sebagai ambang batas. Di atasnya berarti optimistis, di bawahnya adalah pesimistis.

“Meningkatnya optimisme konsumen pada Agustus 2022 didorong oleh peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan,” tulis BI dalam rilisnya.

Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat naik menjadi 111,7 dari sebelumnya 110,9. Begitu juga Indeks Ekspektasi Ekonomi (IEK) yang naik menjadi 137,7 dari sebelumnya 135,5.

Seluruh komponen pembentuk IKE mengalami kenaikan, yang tentunya menjadi kabar bagus. Indeks Penghasilan Saat Ini mengalami kenaikan sebesar 1,6 poin menjadi 119,8.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Saat ini dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama juga meningkat masing-masing sebesar 0,3 menjadi 112,2 dan 103,1.

Kenaikan indeks tersebut menjadi indikasi konsumen bisa melakukan lebih banyak belanja, yang tentunya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB), sekitar 54%.

Sementara itu IEK yang menanjak ditopang oleh ekspektasi terhadap kegiatan usaha dan ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja yang masing-masing tercatat sebesar 138,8 dan 136,2, lebih tinggi dari 133,5 dan 134,5 pada Juli 2022.

TIM RISET CNBC INDONESIA