kabinetrakyat.com – Sinyal kenaikan harga BBM khususnya yang bersubsidi makin terang benderang saja. Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh pejabat pemerintah daerah untuk ikut mensosialisasikan rencana kenaikan harga BBM ini kepada masyarakatnya.

Dalam aksinya itu, HMI menolak dengan tegas kenaikan BBM bersubsidi yang saat ini sedang direncanakan oleh pemerintah. Mereka juga menolak kenaikan tarif dasar listrik.

Menurut mereka kenaikan harga BBM hanya akan membenani rakyat miskin. Jika kenaikan BBM tetap dilakukan, mereka akan kembali tutun ke jalanan untuk demonstrasi.

Belum saja BBM bersubsidi naik harga, Para nelayan di Desa Alur Bandung Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat sudah mulai menjerit.

Di sana harga solar yang harganya lumayan tinggi hingga sulitnya mendapatkan solar bersubsidi. Bagaimana kalau sampai naik harga betulan?

Masyarakat di sana mendapatkan uang dari melaut. Jika tak melaut mereka tidak dapat yang.

Di sisi lain jika kapal perahu nelayan kesulitan mendapatkan BBM atau harganya tinggi, tentunya masyarakat nelayan kecil menjadi terbebani.

Nelayan hanya bisa mendapatkan BBM jenis solar sebanyak 200 hingga 400 liter saja untuk puluhan kapal binaannya tersebut.

Cerita itu disuguhkan Suryadi, salah seorang warga di Dusun Nelayan RT 13 Desa Alur Bandung.

Nelayan pun berharap pemerintah tak jadi naikkan BBM, terutama solar.

Pasrah tapi bingung

Para pedagang pasar pasrah BBM bersubdisi akan naik, tapi mereka bingung. Di sisi lain, mereka berharap tidak ada kenaikan BBM bersubdisi.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburohma saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Para pedagang pasar tidak punya solusi untuk menghadapi kondisi saat ini. Rencana kenaikan BBM makin menggerus daya beli masyarakat. terlebih, daya beli masyarakat saat ini sudah sangat turun. Hal tersebut terlihat dari menurunnya pendapatan pedagang pasar.