kabinetrakyat.com – Melakukan perubahan atau penambahan suatu fungsi di kendaraan agar mendapatkan hasil optimal bisa dilakukan pada berbagai sektor, tidak terkecuali lampu.

Pasalnya, tak sedikit pemilik atau pengemudi yang merasa pancaran cahaya yang dikeluarkan oleh kendaraannya kurang terang sehingga dalam beberapa kasus tertentu menyulitkan penglihatan.

Hanya saja, modifikasi di bagian ini tidak bisa sembarangan. Ada aturan main yang harus dipatuhi agar hasil yang didapatkan maksimal dan tak menyalahi aturan lalu lintas jalan.

“Tindakan modifikasi kendaraan khususnya mobil masih sering dilakukan. Kita memang tak bisa mencegahnya, tapi kami sendiri terus mengimbau agar sesuai ketentuan dan mengerti risikonya,” ucap Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ketentuan yang dimaksud ialah melakukan modifikasi tanpa mengganti warna dari lampu dan memperhatikan penyambungan kabel dengan benar. Hindari nyuntik atau hanya asal menyambung kabel, gunakanlah soket sendiri.

“Sebab risiko dari nyuntik itu bisa terjadi korsleting, jadi perhatikan bagian ini. Paling baiknya adalah modifikator terkait membuat soket sendiri untuk fungsi tambahannya,” kata Bambang.

“Kalau disambung-sambung gitu dikhawatirkan pemasangan kembalinya tidak baik, jadi ada yang terkelupas. Lambat laun, bagian itu akan kena panas dan lelehannya bisa menyebabkan api,” lanjut dia.

Tanggapan serupa datang dari Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi. Menurut dia, jika tidak terlalu perlukan sebaiknya prilaku modifikasi jangan dilakukan.

“Belum lagi hal ini akan menghanguskan garansi. Sebenarnya, desainer itu sudah memperhitungkan berbagai aspek sebelum memasarkan suatu produk kendaraan, termasuk pencahayaan,” ujarnya.

Terkait dampak modifikasi lampu-lampu ialah beragam. Namun yang paling sering terjadi menurut Didi adalah aki soak.