KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rasio pemanfaatan dalam Multilateral Development Bank (MDB) atau Bank Pembangunan Multilateral telah mencapai tingkat maksimumnya.Dengan situasi global saat ini yang membuat volatilitas dan ketidakpastian pasar keuangan sangat tinggi, peranan MDB untuk membantu pemulihan ekonomi negara-negara berkembang akan jauh lebih besar.“Kami percaya kerangka kecukupan modal adalah solusi tepat yang dapat membantu mengoptimalkan neraca MDB,” jelas Sri Mulyani dalam siaran resminya, dikutip Rabu (13/10/2022).

MDB merupakan institusi yang menyediakan dukungan atau bantuan finansial dan saran profesional untuk berbagai aktivitas pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara berkembang.

Neraca keuangan MDB, kata Sri Mulyani harus dioptimalkan baik dalam pembahasan terkait risk appetite, creative financing ataupun pemanfaatan lebih banyak callable capital.“Semuanya memiliki potensi untuk dieksplorasi. Laporan tersebut menunjukkan pembebasan modal di neraca MDB, yang berpotensi dapat menyediakan pembiayaan tambahan, tentu saja termasuk solusi yang cukup menjanjikan dalam situasi saat ini,” jelas Sri Mulyani.“Kami berharap bahwa rekomendasi-rekomendasi ini akan didiskusikan, sebab akan menjadi masukan yang sangat penting bagi Presidensi G20 Indonesia, dan pastinya akan dikomunikasikan dan diadopsi pada Presidensi G20 India tahun depan,” kata Sri Mulyani lagi.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral anggota G20 tahun lalu telah menyepakati untuk menyelenggarakan tinjauan independen yang diharapkan. Antara lain, memberikan tolok ukur yang kredibel dan transparan mengenai tata cara evaluasi CAF Modal dari MDB dan memungkinkan pemegang saham, MDB dan Credit Rating Agencies (CRA) untuk mengembangkan pemahaman yang konsisten tentang CAF dari MDB

Kemudian memungkinkan pemegang saham untuk mempertimbangkan adaptasi terhadap kerangka kerja saat ini untuk memaksimalkan kapasitas pembiayaan MDB.

Prospek ekonomi dunia yang suram dan risiko yang meningkat telah dikonfirmasi oleh World Economic Outlook dari IMF, dengan sepertiga dari ekonomi global diproyeksikan untuk terkontraksi baik tahun ini atau tahun depan.

Ketergantungan negara-negara tersebut pada dukungan MDB menjadi semakin penting terutama karena ketidakpastian dan volatilitas global terus berlanjut. Oleh karena itu, kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya MDB semakin mendesak.Presiden Center for Global Development Masood Ahmed menambahkan, ini lah saat di mana ada seruan luas untuk meningkatkan pembiayaan pembangunan melalui MDB.Seruan itu, kata Ahmed sebagian merupakan cerminan dari meningkatnya kebutuhan yang ada untuk menindaklanjuti sustainable development goals dan pembiayaan yang terkait.“Ada juga seruan khusus di mana pembiayaan proyek terkait perubahan iklim dan global public goods tidak hanya membutuhkan adaptasi dari peran lembaga-lembaga (MDB) ini agar lebih selaras dalam menanggapi tantangan hari ini, tetapi juga kemampuan (dari MDB) untuk membiayainya,” jelas Ahmed.