kabinetrakyat.com – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing itu, terdiri dari jual bersih di pasar SBN sebesar Rp5,47 triliun dan beli bersih di pasar saham sebesar Rp3,74 triliun.

“Berdasarkan data setelmen hingga 8 September, jual neto Rp143,14 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp69,4 triliun di pasar saham,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Erwin menuturkan, keluarnya aliran modal asing pada periode tersebut justru membuat kinerja rupiah menguat. Tercatat, rupiah pada pembukaan Jumat pagi berada di level Rp14.860 melemah dibandingkan penutupan Kamis kemarin di level Rp14.895.

“Sedangkan, tingkat imbal hasil atau yield SBN 10 tahun di level 7,14%,” katanya.

Di sisi lain, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua September 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu kedua September 2022 diperkirakan inflasi sebesar 0,77% (mtm).

Adapun, komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu yaitu bensin sebesar 0,66% (mtm), telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm), beras dan tarif angkutan dalam kota masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta tarif angkutan antar kota, rokok kretek filter, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu kedua September yaitu bawang merah sebesar -0,06% (mtm), minyak goreng sebesar -0,03% (mtm), cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02% (mtm), serta tarif angkutan udara sebesar -0,01% (mtm).