KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Para peneliti belum lama ini mengklaim berhasil menemukan cara baru untuk memulihkan penglihatan tikus dewasa yang mengalami buta bawaan.

Studi yang dipublikasikan di Current Biology ini meyakini bahwa tikus-tikus tersebut mengalami kelainan langka sama seperti pada retina mata manusia, yang disebut amaurosis kongenital leber (LCA). Kelainan ini sering menyebabkan kebutaan atau gangguan penglihatan saat lahir. Kondisi yang diwariskan tersebut tampaknya disebabkan oleh mutasi di salah satu dari puluhan gen terkait dengan retina dan kemampuan penginderaan cahayanya.

Para peneliti telah berusaha memulihkan penglihatan tikus selama beberapa dekade. Beberapa strategi itu termasuk implan retina, intervensi pengeditan gen, dan perawatan obat. Semua terapi yang muncul ini meningkatkan fungsi penglihatan dengan berbagai tingkat keberhasilan. Namun, baru-baru ini peneliti melihat bahwa penggunaan senyawa sintetis nampaknya menjadi terapi paling efektif untuk mengembalikan penglihatan tikus yang mengalami buta bawaan.

Studi sebelumnya juga pernah dilakukan pada anak-anak dengan LCA dan telah menunjukkan bahwa perawatan retinoid sintetis dapat membantu mengkompensasi beberapa kehilangan penglihatan ketika disuntikkan langsung ke mata.

“Meskipun beberapa kemajuan telah dibuat, tapi masih belum jelas sejauh mana sirkuit visual orang dewasa dapat dikembalikan ke keadaan berfungsi normal pada tingkat korteks visual setelah koreksi cacat retina,” tulis para peneliti.

Secara tradisional, sistem visual otak diperkirakan terbentuk dan diperkuat selama di awal kehidupan. Jika mata tidak dilatih selama periode kritis ini, maka jaringan visual di otak mungkin tidak pernah terhubung dengan benar untuk penglihatan, yang mengakibatkan masalah penglihatan seumur hidup.

Untuk menguji ide ini, para peneliti memberi tikus dewasa yang mengalami buta bawaan dengan retinoid sintetis selama tujuh hari. Sembilan hari setelah perawatan, jauh lebih banyak neuron di korteks visual yang diaktifkan oleh saraf optik. Ini menunjukkan jalur visual sentral yang membawa informasi dari mata ke korteks visual dapat dipulihkan secara signifikan dengan pengobatan retinoid, bahkan pada tikus dewasa.

“Terus terang, kami takjub dengan seberapa banyak perawatan menyelamatkan sirkuit otak yang terlibat dalam penglihatan,” kata ahli saraf Sunil Gandhi dari University of California, Irvine, dikutip dari Science Alert.

Studi ini hanya dilakukan di antara tikus, tetapi penemuan ini membuat ahli saraf berpikir bahwa perawatan yang sama juga bisa berhasil di manusia. Dengan kata lain, gangguan penglihatan di masa kanak-kanak tidak berarti penglihatan tidak akan pernah bisa pulih ketika dewasa.