kabinetrakyat.com – Rusia dilaporkan telah mulai menerima drone-drone tempur Iran untuk digunakan dalam operasi militernya di Ukraina . Namun, banyak drone Iran itu yang diketahui mengalami kerusakan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (31/8/2022), informasi itu diungkapkan oleh militer AS dalam pernyataannya pada Selasa (30/8) waktu setempat.

“Pesawat angkut Rusia membawa muatan peralatan UAV (kendaraan udara tak berawak) di sebuah lapangan terbang di Iran dan kemudian terbang dari Iran menuju Rusia selama beberapa hari di bulan Agustus,” kata juru bicara Pentagon, Brigadir Jenderal Pat Ryder, dalam pernyataannya.

“Ini kemungkinan bagian dari rencana Rusia untuk mengimpor ratusan UAV Iran dengan berbagai jenis,” ucapnya.

Namun Ryder menambahkan bahwa beberapa drone Iran yang diterima oleh Rusia itu mengalami kerusakan.

“Informasi kami mengindikasikan bahwa UAV yang terkait dengan transfer ini telah mengalami banyak kegagalan,” klaim Ryder.

Dia tidak memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung klaim tersebut.

Laporan Pentagon menyebut Rusia mengimport dua jenis drone dari Iran, yakni Mohajer-6 dan seri Shahed.

Pasukan Rusia dilaporkan bermaksud menggunakan drone-drone Iran itu untuk serangan udara-ke-permukaan, perang elektronik dan penargetan medan perang.

Dalam pernyataannya, Ryder mengatakan bahwa Moskow beralih ke Iran sebagian karena rentetan sanksi dan pembatasan ekspor oleh sekutu-sekutu Ukraina, yang semakin mempersulit industri Rusia untuk memproduksi drone sendiri.