kabinetrakyat.com – Pada video tersebut, dia menyebut dengan kata ‘madu dan racun’ untuk menggambarkan tekanan dan tawaran yang datang kepadanya.

“Dan saya sudah mencium selain bau busuk, bau madu dan racun,” kata Johnson Panjaitan.

“Kalau yang racun itu serangan balik, kalau madu itu mulai ditawarin,” tambahnya.

Johnson menyebut bahwa dia mulai didatangi beberapa pihak untuk lebih ‘halus’ dalam menangani kasus Brigadir J.

“Johnson Panjaitan mulai didatangi, Kamaruddin mulai didatangi, dibilang gimana dong masak kayak gitu, bahasanya agak idealis [bilang] kasihan lembaga ini, negara sudah sudah mengeluarkan banyak masa semua mau kita korbankan,” kata Johnson.

“Johnson kenapa keras sekali sih, jangan gitu agak pemaaf lah,” tambahnya.

Lebih lanjut Johnson Panjaitan menyebutkan bahwa jika dia menolak ‘madu’ maka tekanan yang muncul lebih berat.

“Madu itu kalau kita sudah menolak risikonya bisa lebih berat,” kata lagi.

“Tapi Tuhan tidak tidur, keadilan milik Dia,” tambahnya lagi.

Menurut Johnson, kasus Brigadir J buktinya sudah dirusak dari berbagai arah, bahkan sampai disoroti media luar negeri.

“Ini udah prarekonstruksi, handphone [Brigadir J] enggak jelas laptop enggak jelas ATM enggak jelas, satgasus enggak jelas,” ungkap Johnson Panjaitan.

“Karena ketidakjelasan ini wajar saja rakyat mencoba mengumpulkan fakta yang ada, karena kasus ini becek dan bau busuk di mana-mana,” tambahnya lagi.