kabinetrakyat.com“Myles Sanderson ditemukan dan dibawa ke tahanan polisi di dekat Rosthern, Saskatchewan, sekitar pukul 15.30 hari ini,” kata polisi, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari NY Times.

Berita tersebut muncul setelah pihak berwenang merilis nama-nama korban tewas akibat amukan Myles Sanderson dan saudaranya, Damien Sanderson yang telah dilaporkan tewas sebelumnya.

Salah satu korban yang tewas adalah Earl Burns (66), seorang sopir bus sekolah di komunitas James Smith Cree Nation yang terluka dalam serangan pada Minggu itu. Ia berhasil naik dan mengendarai bus menuju desa untuk meminta bantuan. Namun, Burns meninggal di sepanjang perjalanan.

Burns hanya satu dari enam anggota keluarga besar yang tewas pada serangan massal paling mematikan dalam sejarah Kanada .

Myles Sanderson (32) yang merupakan pelaku penikaman sekaligus suami dari putri Burns, sempat mengatakan kepada dewan pembebasan bersyarat yang memberikan pembebasan awal dari penjara tahun ini, bahwa dia bermaksud untuk berkumpul lagi dengan istrinya.

Myles dan Damien Sanderson secara resmi dijadikan tersangka dalam serangan itu.

Damien Sanderson (31) ditemukan tewas ditikam, diduga dilakukan saudaranya, pada Senin.

Penduduk komunitas adat di James Smith Cree Nation yang telah menanggung keresahan selama empat hari, akhirnya dengan sukacita menyambut kabar bahwa perburuan telah usai.

“Mereka menangkapnya, mereka menangkapnya!” ujar beberapa orang seraya berpelukan.

Baca Juga: Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Cimenyan Belum dapat Bantuan Sosial

“Ada perasaan lega yang nyata. Banyak orang yang akan tidur lebih nyenyak pada malam ini” kata Shania Peters, 22, neneknya tewas dalam serangan itu.

Selain merilis nama-nama korban tewas, Kepolisian Kanada juga merinci delapan belas korban yang terluka pada Rabu kemarin. Di antaranya istri Burns, Joyce.

Menurut Otoritas Kesehatan Saskatchewan, sebanyak sepuluh korban dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Menurut catatan pengadilan, Myles Sanderson didakwa dengan percobaan pembunuhan setelah polisi mengatakan bahwa dia telah berulang kali menikam ayah mertuanya, Burns, dengan pisau dan melukai ibu mertuanya pada Januari 2015.

Baca Juga: Ariel Tatum Mendadak Bongkar Rahasia Besar Hidupnya: Benci Banget Sama…

Enam dari korban yang tewas adalah anggota keluarga Burns. Beberapa di antaranya berusia 20an sedangkan beberapa lainnya berusia lebih tua, tengah menikmati masa pensiun mereka.

Gloria Burns (61) adalah salah satunya. Semasa hidupnya, sembari membesarkan lima anak angkat sebagai ibu tunggal, ia sering menasihati orang-orang yang kecanduan narkoba, alkohol, dan perjudian.

Setelah kepergian Burns, keluarganya menyelenggarakan upacara tradisional Cree. Hingga saat ini, keluarga mengatakan masih belum jelas kapan tubuh Burns akan dikembalikan oleh pihak koroner. (Khadijah Ardallyana Qirba)***