kabinetrakyat.com – Penyelidikan atas aksi percobaan pembunuhan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Argentina Cristina Kirchner (69) terus berlangsung. Terungkap bahwa pria yang dituduh mencoba menembak Kirchner pekan lalu, ternyata merencanakan serangan itu bersama kekasihnya.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (8/9/2022), media lokal, Telam melaporkan bahwa hakim Maria Eugenia Capuchetti dalam dakwaannya menyatakan tersangka penembak, Fernando Sabag Montiel, dan pacarnya, Brenda Uliarte didakwa mencoba membunuh Kirchner “dengan perencanaan dan kesepakatan sebelumnya”. Keduanya saat ini ditahan.

Kirchner, mantan presiden yang kini jadi wakil presiden, selamat dari upaya pembunuhan saat dia berbaur dengan pendukungnya di luar rumahnya pada Kamis (1/9) malam waktu setempat, ketika pistol yang ditodongkan oleh Sabag Montiel gagal ditembakkan.

Pria itu pun ditahan di tempat kejadian dan video insiden itu dengan cepat menyebar secara online.

Meski dakwaan awal terhadap pria tersebut masih dapat dimodifikasi, tetapi itu menandai dakwaan resmi pertama bahwa percobaan pembunuhan terhadap Kirchner telah direncanakan.

Sabag Montiel (35), warga negara Brasil yang telah tinggal di Argentina sejak masa mudanya, belum memberi tahu penyelidik tentang apa motivasinya. Ulliarte, pacarnya yang berusia 23 tahun, ditangkap Minggu (4/9) malam lalu di sebuah stasiun kereta api di Buenos Aires, ibu kota Argentina.

Setelah upaya pembunuhan itu, perempuan itu mengatakan dalam wawancara televisi bahwa dia sudah dua hari tidak bertemu Sabag Montiel. Namun, analisis rekaman CCTV menunjukkan bahwa mereka berdua berada di lokasi serangan malam itu.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Uliarte “berada di sekitar tempat mereka tiba bersama, dan ditentukan bahwa mereka memiliki senjata api yang disita beserta amunisinya, sejak tanggal sebelumnya, setidaknya sejak 5 Agustus.”

Kirchner, yang saat ini diadili karena korupsi dan dituduh menerima suap, sedang menyapa para pendukungnya di luar rumahnya di Buenos Aires ketika Sabag Montiel, yang berdiri di tengah kerumunan, tiba-tiba menodongkan pistol langsung ke kepalanya.

Untuk alasan yang belum diketahui, senjata itu tidak meletus meski sudah diisi dan pelatuknya ditarik.

Sabag Montiel sebelumnya pernah ditangkap pada 17 Maret 2021 karena membawa pisau, namun, kasusnya kemudian ditutup.