KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan koordinasi dengan operator seluler untuk melakukan pengecekan persiapan jaringan telekomunikasi dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik sepanjang Natal dan Tahun Baru.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap event nasional atau hari-hari besar selalu terjadi adanya pergerakan masyarakat yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan terjadinya komunikasi yang meningkat,” kata Dirjen SDPPI Kominfo Ismail Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail saat konferensi pers secara virtual, Senin (26/12/2022).

Diperkirakan lonjakan trafik akan terjadi antara 3-17 persen dari trafik normal. Lonjakan trafik yang terjadi tahun ini cukup tinggi, apalagi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, pergerakan masyarakat jauh lebih dinamis dibanding saat era Covid-19.

“Kami memperkirakan adanya kenaikan trafik dari waktu normal itu 3 persen sampai 17 persen, dan dibandingkan dengan tahun lalu juga terjadi peningkatan sampai dengan 19 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

“Jadi ada dua angka, angka pertama adalah angka kenaikan dari trafik normal, yang angka kedua adalah kenaikan dari tahun sebelumnya,” imbuhnya

Antisipasi Kominfo & Operator

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik telekomunikasi ini Kominfo melakukan persiapan berbagai fasilitas tambahan agar dapat menampung lonjakan yang terjadi.

Saat periode Natal 23 Desember 2022, Ismail melaporkan tidak ada terjadinya gangguan yang signifikan yang terjadi akibat dari lonjakan trafik tersebut. Sementara untuk Tahun Baru 2023, ia berharap persiapan masih bisa berlanjut.

Adapun kesiapan yang dilakukan adalah menyiapkan kapasitas jaringan internet untuk fasilitas backbone. Telkom, kata Ismail, menyiapkan 28,270 Gbps dan ekspansi kapasitas backbone sebesar 5,68 Gbps.

Sedangkan Telkomsel meningkatkan kapasitas internet gatewaynya dari 88,812 Gbps menjadi 11,052 Gbps. Untuk Indosat Ooredoo Hutchison meningkatkan kapasitas jaringan internetnya dari 5,466 Gbps menjadi 7,273 Gbps. Dan Smartfren meningkatkan kapasitas jaringan dari 3,48 Gbps menjadi 4,35 Gbps.

Selanjutnya dilakukan proses optimasi kualitas dan kapasitas jaringan di titik-titik keramaian, seperti di jalur mudik atau jalan tol, pusat-pusat perbelanjaan, pusat transportasi, tempat wisata, tempat ibadah khususnya gereja, serta area residential untuk mengantisipasi pertumbuhan traffic broadband yang signifikan.

“Aktivitas lainnya dengan menambah base transceiver station (BTS) baru dan menyiapkan mobile BTS di pusat-pusat keramaian, daerah-daerah rest area, kemudian tempat wisata dan ruang publik lainnya.” pungkasnya.