Apa itu Gopay dan OVO?


Gopay dan OVO adalah dua layanan dompet digital terbesar di Indonesia. Keduanya memperkenalkan konsep pembayaran elektronik cashless yang memungkinkan pengguna untuk membayar berbagai kebutuhan tanpa perlu membawa uang cash.

GoPay adalah dompet digital yang dibuat oleh perusahaan Ojek Online, Gojek. Kehadirannya pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016 untuk memudahkan pembayaran dalam transaksi Ojek Online. Namun, seiring perkembangannya, GoPay sekarang digunakan untuk pembayaran beberapa kebutuhan lainnya seperti pembelian tiket pesawat, tiket konser, dan sebagainya.

Di sisi lain, OVO merupakan dompet digital yang didirikan oleh Lippo Group pada tahun 2017. Layanan ini awalnya diperkenalkan hanya untuk pembayaran dalam lingkup bisnis Lippo Group. Namun, sekarang OVO banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai pembayaran, mulai dari belanja online, belanja offline, hingga kedai kopi.

Keberadaan GoPay dan OVO memberikan kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi pembayaran. Keamanan ini terlihat dari proses transaksi yang dilakukan dengan teknologi enkripsi tinggi, sehingga data pengguna tetap aman dan terhindar dari aksi kejahatan.

Perbedaan antara Gopay dan OVO


Gopay vs Ovo

Jaman sekarang, e-wallet atau dompet digital semakin populer di Indonesia, terutama dengan kehadiran Gopay dan OVO. Dua aplikasi dompet digital ini sama-sama milik perusahaan besar di Indonesia dan keduanya sering disandingkan. Lalu kenapa perlu mengetahui perbedaan antara Gopay dan OVO?

Hal ini karena salah satu kegunaan utama dari Gopay dan OVO adalah untuk memudahkan transaksi digital seperti pembayaran tagihan, pembelian tiket, dan lain sebagainya. Pastinya, Anda ingin memilih e-wallet yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda, bukan?

Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Gopay dan OVO yang perlu Anda ketahui:

1. Pemilik dan Asal Usul

Ovo

Gopay merupakan aplikasi dompet digital yang dimiliki oleh Gojek, salah satu perusahaan ride-hailing terbesar di Indonesia yang juga menyediakan layanan delivery dan pembayaran online. Sementara itu, OVO dimiliki oleh Lippo Group, konglomerat yang bergerak di berbagai sektor seperti properti, ritel, dan keuangan.

Ini bisa menjadi pertimbangan untuk memilih e-wallet karena pemiliknya memengaruhi cara aplikasi tersebut dioperasikan dan dikembangkan. Misalnya, Gojek memanfaatkan jaringan pengemudi untuk mempromosikan Gopay dan menawarkan diskon untuk penggunaannya.

2. Keamanan dan Perlindungan

Keamanan Gopay

Selain kebutuhan untuk transaksi digital, keamanan juga menjadi pertimbangan penting untuk memilih e-wallet. Sebagai aplikasi keuangan, Gopay dan OVO sudah diatur oleh Bank Indonesia, dan keduanya memiliki protokol keamanan yang cukup baik.

Namun, ada beberapa perbedaan dalam perlindungan yang diberikan oleh Gopay dan OVO. Misalnya, OVO memiliki program asuransi terkait kecelakaan dan perlindungan kartu kredit. Sedangkan, Gopay hanya memberikan perlindungan transaksi sesuai dengan jaminan Bank Indonesia.

(Tambahan informasi: Dalam hal penggunaan pulsa untuk pembayaran, Gopay menggunakan sistem deductive payment, sedangkan OVO menggunakan sistem topped-up payment)

3. Fitur Tambahan

(Tambahan Informasi: Sangat disarankan untuk tidak mencantumkan point tambahan 4 pada bahasan ini dikarenakan tidak relevan dengan perbedaan Gopay dan Ovo)

Fitur Tambahan Ovo

Perkembangan teknologi e-wallet juga memungkinkan tambahan fitur yang dapat menarik pengguna untuk memilih satu aplikasi dompet digital tertentu. Gopay memiliki fitur terkait layanan Gojek, seperti layanan pengiriman barang, pembelian token listrik, dan pembelian voucher game. Sedangkan OVO memiliki fitur OVO Points, program reward yang memberikan poin untuk setiap transaksi yang dapat ditukar dengan berbagai hadiah.

Jangan lupa bahwa salah satu faktor terpenting dalam memilih antara Gopay dan OVO adalah kebutuhan dan preferensi Anda. Memilih dompet digital yang sesuai dengan kebutuhan dapat mempermudah transaksi dan mengoptimalkan pengalaman Anda sehari-hari.

Bagaimana cara mentransfer uang dari Gopay ke OVO?


Transfer uang dari Gopay ke OVO

Jika Anda ingin mentransfer uang dari Gopay ke OVO, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Pertama, pastikan Anda memiliki saldo yang cukup di akun Gopay untuk melakukan transfer. Jika belum, Anda dapat melakukan top up terlebih dahulu.

2. Buka aplikasi Gojek, kemudian masuk ke bagian Gopay. Di sana, pilih opsi “Transfer” untuk memulai proses transfer.

3. Setelah itu, masukkan nomor handphone yang terdaftar di akun OVO sebagai penerima transfer. Pastikan nomor yang dimasukkan benar dan sesuai dengan akun OVO penerimanya.

4. Setelah itu, masukkan jumlah uang yang ingin Anda transfer. Perlu diingat, minimal transfer dari Gopay ke OVO adalah Rp 10.000, dan maksimal transfer adalah Rp 1.000.000.

5. Selanjutnya, ikuti instruksi di aplikasi Gopay untuk menyelesaikan proses transfer, seperti memasukkan PIN Gojek atau mengkonfirmasi melalui SMS.

6. Jika transfer berhasil, saldo Gopay Anda akan berkurang sesuai dengan jumlah yang ditransfer, dan saldo OVO penerima akan bertambah sesuai dengan jumlah yang diterima.

Sangat mudah, bukan? Namun, pastikan Anda melakukan transfer dengan hati-hati dan memastikan nomor penerima yang dimasukkan benar, agar uang yang Anda transfer tidak salah masuk ke orang lain.

Dalam melakukan transfer uang dari Gopay ke OVO, perlu diingat bahwa biaya transfer dari Gopay ke OVO akan dikenakan biaya Rp 1.000 per transaksi.

Apakah ada batas maksimum dalam mentransfer uang dari Gopay ke OVO?

Ya, ada batas maksimum dalam mentransfer uang dari Gopay ke OVO. Maksimal transfer dari Gopay ke OVO adalah Rp 1.000.000 per transaksi.

Bagaimana dengan waktu transfer dari Gopay ke OVO?

Waktu transfer dari Gopay ke OVO biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit, tergantung pada jaringan dan sistem yang digunakan.

Nah, demikianlah cara mentransfer uang dari Gopay ke OVO yang bisa Anda coba. Dengan melakukan transfer, Anda dapat dengan mudah mengirim uang ke pengguna OVO lain, atau bahkan untuk melakukan pembayaran di berbagai merchant yang menerima OVO sebagai metode pembayaran. Selamat mencoba!

Kenapa mungkin tidak bisa mentransfer dari Gopay ke OVO?


Gopay ke OVO

Jika kamu pengguna Gopay, mungkin pernah terpikir apakah bisa mentransfer saldo ke OVO atau sebaliknya? Sayangnya, saat ini belum ada fitur yang memungkinkan kamu untuk melakukan transfer dari Gopay ke OVO atau sebaliknya. Namun, meskipun belum bisa langsung mentransfer antara Gopay ke OVO, kamu masih bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan dan transaksi bersama mitra merchant.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Gopay belum bisa mentransfer ke OVO. Berikut adalah beberapa alasan mengapa:

Tidak Ada Keterkaitan Langsung Antara Gopay dan OVO

gopay ovo

Gopay dan OVO adalah dua layanan digital payment yang masing-masing dimiliki oleh dua perusahaan yang berbeda. Gopay adalah milik Gojek, sementara OVO milik Lippo Group. Meskipun keduanya adalah aplikasi pembayaran yang populer di Indonesia, mereka tidak saling terkait. Maka dari itu, tidak adanya keterkaitan antara keduanya adalah alasan utama mengapa transfer dari Gopay ke OVO atau sebaliknya belum bisa dilakukan.

Keterkaitan dengan Mitra Merchant Tertentu

gopay ovo

Kedua e-wallet juga mempunyai partner merchant yang berbeda. Untuk Gopay, mitra merchant biasanya terkait dengan jasa transportasi, makanan, dan gaya hidup. Sedangkan, OVO banyak memiliki mitra merchant pada bidang retail, belanja, dan bisnis. Hal ini menyebabkan transaksi antara kedua e-wallet cukup sulit dilakukan karena pilihan mitra merchant yang berbeda.

Keamanan dan Regulasi

gopay ovo

Terkadang, regulasi keamanan penggunaan aplikasi pembayaran sering berubah-ubah dan semakin ketat. Hal ini menyebabkan masalah bagi kedua e-wallet karena mereka harus menyediakan fitur yang sesuai dengan ketentuan peraturan tersebut. Selain itu, apabila kedua perusahaan ingin mengintegrasikan kedua aplikasi ini maka harus melalui proses pengambilan keputusan dan persetujuan dari pihak otoritas terkait seperti Bank Indonesia dan OJK.

Kompetisi Antar E-Wallet

gopay ovo

Tidak bisa dipungkiri bahwa Gojek dan Lippo Group memiliki bisnis yang saling bersaing dalam hal layanan digital payment. Mereka harus membuat produk yang bisa bersaing di pasar. Namun, penyelesaian kerja sama tergantung pada keputusan bisnis dan legal secara menyeluruh. Masing-masing ingin memenangkan persaingan di pasar e-wallet mereka.Maka dari itu, kemungkinan besar masih akan memerlukan waktu untuk kedua perusahaan untuk bekerja sama secara langsung dalam pengembangan layanan yang lebih lengkap dan sempurna.

Jadi, meskipun belum ada fitur transfer dari Gopay ke OVO atau sebaliknya, kamu masih bisa memanfaatkan kedua aplikasi tersebut untuk berbagai keperluan. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, jadi kamu bebas memilih aplikasi yang menurutmu lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Kelebihan dan kekurangan Gopay dan OVO untuk transaksi dan transfer uang


Gopay dan Ovo

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini masyarakat Indonesia semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi dan transfer uang. Salah satu layanan yang kini semakin populer adalah Gopay dan OVO. Meski Sering digunakan, masih banyak yang belum paham perbedaan dan kelebihan kedua aplikasi tersebut. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan Gopay dan OVO yang perlu anda ketahui.

1. Ketersediaan Toko


Ketersediaan Toko

Bahkan sejak pertama kali hadir di Indonesia, Gopay sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat ketimbang OVO. Hal ini tak lain karena Gopay bermitra dengan Gojek, salah satu perusahaan teknologi asal Indonesia yang kini sudah merambah ke berbagai kota di seluruh Indonesia. Maka dari itu, Gopay seakan menjadi pilihan utama ketika bertransaksi di jaringan Gojek.

Di sisi lain, OVO baru muncul ketika tokoh Indonesia, Lippo Group, mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan aplikasi dompet digital pada tahun 2018 untuk lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Tentunya, bagi pengguna Gojek, Gopay adalah pilihan yang lebih tepat ketika bertransaksi karena ketersediaannya di seluruh Indonesia.

2. Pemeliharaan Akun


Pemeliharaan Akun

Bagi mereka yang menggunakan kedua aplikasi, keamanan tentu menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Setiap aplikasi transaksi pastinya menawarkan kelebihan tersendiri dalam menjaga keamanan akun pengguna.

Gopay, misalnya, menetapkan pemeriksaan setiap transaksi dan pemeriksaan aktivitas pengguna untuk memastikan tidak ada tindakan penipuan. Sementara OVO, menawarkan tiga layer keamanan tambahan, termasuk PIN, fingerprint, serta One Time Password (OTP) untuk memilih beberapa transaksi tertentu, seperti transfer uang antar pengguna.

3. Biaya Transaksi


Biaya Transaksi

Beberapa tahun belakangan ini, muncul banyak aplikasi yang menawarkan transaksi tanpa biaya. Namun, hal ini tentunya tergantung pada jumlah transaksi dan jenis transaksi yang dilakukan.

Saat ini, salah satu kelebihan Gopay adalah mentransfer uang ke sesama pengguna tanpa biaya. Namun, anda akan dikenakan tarif saat menggunakan Gopay untuk pembayaran jasa Gojek, seperti transportasi dan makana.

Sedangkan OVO, telah menekankan secara berkala bahwa mereka hanya akan membebankan biaya selama 24 bulan saat pengguna belum melakukan transaksi.

4. Fitur dan layanan Tambahan


Fitur dan Layanan Tambahan

Agar dapat bersaing di tengah banyaknya aplikasi transaksi yang muncul, OVO dan Gopay pun berlomba-lomba menambahkan fitur atau layanan tambahan yang berguna bagi pengguna.

Gopay, misalnya, pernah menawarkan program cashback atau diskon dalam jumlah tertentu ketika pengguna mengisi saldo akun Gojek menggunakan aplikasi Gopay. Sementara itu, kelebihan OVO, terletak pada keberadaan lapak atau toko fisik yang tersedia di beberapa lokasi di Indonesia.

5. International Use


International Use

Whether you’re a frequent traveler or you have loved ones living abroad, the ability to transfer money internationally can be an important factor in choosing a digital wallet app. Currently, however, neither Gopay nor OVO can be used for international transactions. Therefore, for those who need this feature, they may need to consider other digital wallet services.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan