Pertandingan sengit antara PSIS Semarang dan Persib Bandung dalam Laga Liga 1 2023/2024 telah mengundang perhatian banyak pihak. Selain hasil pertandingan yang akhirnya dimenangi oleh Persib dengan skor 2-1, kericuhan antara suporter kedua tim juga menjadi sorotan. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) pun kembali mengingatkan bahwa sepakbola Indonesia terus dipantau oleh FIFA. Mari kita lihat lebih dalam mengenai peristiwa ini.

Persib Bandung Meraih Kemenangan

Pertandingan antara PSIS Semarang dan Persib Bandung berlangsung di Stadion Jatidiri pada Minggu, 20 Agustus 2023. Pertandingan ini menjadi ajang bagi Persib untuk memperoleh kemenangan dengan skor akhir 2-1. Gol-gol kemenangan Persib dicetak melalui eksekusi penalti oleh Marc Klok. Sementara itu, satu gol dibalas oleh PSIS melalui Gali Freitas.

Kericuhan di Stadion Jatidiri

Namun, kemenangan Persib tidak hanya menjadi perbincangan utama. Kericuhan juga terjadi antara suporter PSIS dan Persib yang hadir di stadion. Aksi ejek-mengejek antara kedua kelompok suporter ini dipicu oleh hasil pertandingan yang menunjukkan keunggulan Persib lewat gol-gol penalti.

Peringatan PSSI dan FIFA

PSSI sebagai otoritas sepakbola Indonesia mengambil sikap serius terhadap kericuhan tersebut. PSSI mengingatkan bahwa sepakbola Indonesia masih terus dipantau oleh FIFA, organisasi sepakbola dunia. Hal ini menandakan pentingnya menjaga sportivitas dan kedamaian dalam persepakbolaan Indonesia. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengecam kejadian tersebut dan mengajak semua elemen sepakbola Indonesia untuk bekerja sama dalam menjaga situasi yang kondusif.

Baca Juga: 2 Kartu Merah PSIS Semarang Kalah 1-2 Lawan Persib Bandung

Larangan Tradisi Away Suporter

Aksi kericuhan ini juga mengundang perhatian terhadap larangan tradisi away suporter dalam Liga 1 musim ini. Langkah ini diambil oleh PSSI sebagai bagian dari upaya pemulihan sepakbola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan. Dalam rangka merespons tragedi tersebut, FIFA telah memberikan arahan kepada PSSI untuk melarang tradisi suporter tandang dalam pertandingan.

Kebijakan yang Dicoba Diterapkan

Meskipun sudah ada larangan, masih terdapat pelanggaran terhadap kebijakan tersebut. Baik suporter tuan rumah maupun tim tamu seringkali melanggar larangan tersebut. Akibatnya, klub-klub dapat dikenakan denda sebesar Rp 25 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kericuhan seperti yang terjadi dalam pertandingan ini diharapkan dapat diminimalisir apabila semua pihak, terutama suporter, dapat menghormati dan mematuhi peraturan.

Transformasi Sepakbola Indonesia

Arya Sinulingga juga mengingatkan akan pentingnya transformasi dalam sepakbola Indonesia. Setelah insiden kericuhan ini, ia mengharapkan suporter segera membentuk badan hukum sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU Sistem Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022. Badan hukum ini akan menjadi langkah awal yang penting dalam memajukan sepakbola Indonesia dan memastikan adanya tindakan yang teratur dan terkendali.

Kesimpulan

Pertandingan sengit antara PSIS Semarang dan Persib Bandung dalam Laga Liga 1 2023/2024 menghadirkan bukan hanya aksi permainan yang menarik, tetapi juga kericuhan antara suporter. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga sportivitas dan ketertiban dalam sepakbola Indonesia. PSSI dan FIFA terus memantau situasi ini, sementara pihak-pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga situasi yang kondusif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan