KabinetRakyat.com

Berita Rakyat Untuk Membangun Bangsa!

kabinetrakyat.comJakarta, CNBC Indonesia – Dari total kekayaan yang dimiliki, ternyata ada salah satu mantan Presiden Republik Indonesia yang memilih menyimpan banyak harta dalam bentuk kas dan setara kas. Siapa kah dia?

Cash is King adalah ungkapan yang memandang uang sebagai aset penting dan berharga ketimbang aset lain seperti saha, obligasi, properti, atau reksa dana. Dalam dunia bisnis, cash berlimpah adalah tanda-tanda positif karena perusahaan bisa lebih fleksibel untuk membuat keputusan bisnisnya.

Lantas bagaimana jika kaitannya di keuangan pribadi?

Memiliki uang kas dalam jumlah banyak menandakan sebuah kecukupan dari dana darurat. Tapi terlalu banyak juga tidak baik untuk jangka panjang, lantaran sangat dianjurkan bagi kita untuk membaginya ke aset investasi.

Siapa saja Presiden RI yang sebagian besar hartanya adalah kas dan setara kas? Tim Riset CNBC melakukan penelusuran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) milik empat Presiden RI dari Abdurrahman Wahid hingga Joko Widodo.

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) 2021, Presiden Indonesia kelima ini mengantongi total kekayaan senilai Rp214.228.740.548.

Jumlah besaran aset berupa kas dan setara kas yang dimiliki Megawati adalah Rp6.580.823.092.

Adapun jumlah aset lancar dari putri mendiang Presiden Soekarno ini hanya 3% dari total kekayaan bersihnya. Berdasarkan perhitungan rasio kesehatan keuangan, nilai ini kurang ideal dan bisa disebut terlalu rendah.

Berdasarkan LHKPN tahun 2001, mendiang Presiden Keempat Republik Indonesia ini mengantongi total kekayaan sebesar Rp3.495.720.043 dan US$ 458. Semetara nilai aset kas dan setara kasnya adalah:

– Rp760.890.758

– US$458 (Rp2.427.400 dengan asumsi US$ 1 = Rp 5.300). 3498147443

Total aset lancar milik Gusdur di tahun 2001 adalah Rp 763.318.158 atau setara dengan 21,8% kekayaan bersihnya.

Penilaian dari kacamata perencana keuangan terhadap jumlah aset lancar Gusdur adalah aman atau sehat.

Seperti yang tercantum di LHKPN tahun 2021, Presiden Jokowi mengantongi kekayaan senilai Rp 71.471.446.189 dengan total aset kas dan setara kas sebesar Rp 11.511.130.292.

Penilaian rasio kesehatan aset lancar Presiden Jokowi juga tergolong sehat, lantaran nilai aset lancarnya 16,1% dari total kekayaan bersih.

Presiden Indonesia ke 6 ini tampaknya memiliki pandangan cash is king. Mengapa demikian?

Berdasarkan LHKPN di tahun 2014 silam, tercatat bahwa SBY memiliki kekayaan senilai

Rp13.983.608.460 dan US$ 1.138.444. Berikut total aset berupa kas dan setara kas:

– Rp6.716.832.460

– US$1.138.444 (Rp13.661.328.000 asumsi US$1 = Rp 12.000)

Total : Rp 20.378.160.460.

Jika dihitung secara keseluruhan dengan menggunakan asumsi nilai tukar seperti yang tercantum di atas, maka total aset lancar mantan Presiden SBY mencapai 60% dari total kekayaan bersih.

Jumlah ini memang luar biasa besar, karena lebih dari setengah kekayaannya.