kabinetrakyat.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi puluhan mitra KLHK yang telah bekerja secara luar biasa serta memberikan pandangan baru akan penerapan komitmen keberlanjutan.

Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menilai berbagai kinerja yang ditunjukkan mitra KLHK dinilai melebihi apa yang seharusnya dikerjakan atau beyond compliance.

“Mitra ini bukan hanya kerja di lapangan, tapi memikirkan, mendevelop, memberikan pandangan, pola-pola baru, advice, memberikan gambaran situasi itu hal yang luar biasa dan sangat dibutuhkan oleh pemerintah,” kata Siti saat memberikan penghargaan kepada 92 mitra KLHK di peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-40 dengan mengusung tema Hijaukan Bumi, Birukan Langit di Jakarta belum lama ini.

Siti mengatakan, pihaknya terus mendorong mitra KLHK terus menerapkan tata kelola berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan sehingga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Penghargaan sangat pantas diberikan karena apa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara melalui kerjasama bersama KLHK telah memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur PT Tunas Inti Abadi, Dadik Kiswanto menyatakan, sebagai pemegang Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), pihaknya berkomitmen melanjutkan kegiatan rehabilitasi dan reklamasi di lokasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Keberhasilan TIA meraih penghargaan dari KLHK tidak dapat tercapai tanpa komitmen seluruh pihak yang terlibat karena dalam upaya reklamasi dan rehabilitasi DAS ada keterlibatan masyarakat,” katanya.

Wujudnya yakni mendorong pembentukan lembaga masyarakat sebagai mitra perusahaan untuk secara bersama-sama memelihara dan merehabilitasi sehingga bisa berdampak jangka panjang bagi lingkungan.

“Kegiatan rehabilitasi dilakukan dengan kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman dengan melibatkan masyarakat baik dari Badan Usaha Milik Desa (BUMD), kelompok tani hutan, dan kelompok masyarakat lain sebagai pelaksana pekerjaan rehabilitasi DAS,” katanya.

Ditambahkan Dadik, keterlibatan masyarakat dalam program rehabilitasi perusahaan bertujuan untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam merasakan manfaat kegiatan yang telah mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Tanaman yang dipilih untuk ditanam di daerah rehabilitasi merupakan tanaman komoditas bernilai tinggi seperti karet, kemiri, durian, rambutan cempedak, dan jengkol, selain tanaman endemik seperti mahoni dan ulin.

KLHK menilai PT TIA berhasil dalam pengelolaan DAS itu tersebar di 3 titik yaitu Desa Tiwingan Lama dan Desa Kalaan di dalam Kawasan Hutan Konservasi Tahura Sultan Adam Banjarbaru, Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, serta Kawasan Hutan Lindung di Desa Mangkalapi, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu yang berada di Kalimantan Selatan sehingga layak meraih penghargaan.

2 Menteri NasDem Diprediksi Jadi Sasaran Reshuffle Kabinet, Pengamat: Paling Lambat Maret Rabu Pon

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here