Apa sih Bahasa Gaul itu?


10 Kata Gaul Indonesia yang Kelakuan Nya Absurd Banget!

Bahasa Gaul atau bahasa slang adalah bentuk bahasa informal yang digunakan oleh para remaja atau anak muda di Indonesia. Bahasa ini seringkali dianggap sebagai bentuk bahasa yang absurd atau lucu oleh masyarakat yang tidak memahami artinya.

Sebagai contoh, dalam bahasa Gaul, ungkapan “capek-capek ngebut” dapat berarti “sudah lelah melakukan sesuatu dengan sangat cepat”. Selain itu, “baper” adalah kependekan dari “bawa perasaan” yang artinya mudah tersakiti atau merasa kesal karena suatu hal. Ada juga ungkapan “plis deh” yang merupakan kependekan dari “please deh” dan digunakan ketika seseorang meminta maaf atau mengemukakan permintaan atau keinginan pada orang lain.

Para pemuda menggunakannya untuk mengekspresikan diri mereka secara lebih kreatif dan ekspresif. Selain itu, bahasa Gaul juga digunakan untuk menunjukkan identitas dan pandangan di kalangan teman sebaya. Sebagai contoh, ketika seseorang mengucapkan “santuy”, itu artinya sedang rileks atau tenang.

Namun, bahasa Gaul juga dapat menjadi masalah jika digunakan secara konteks yang salah atau tidak bijak. Bahasa Gaul yang mungkin lucu untuk kelompok remaja dapat saja dianggap tidak sopan atau kasar oleh orang dewasa atau di lingkungan formal. Maka dari itu, penting bagi para penggunanya untuk memperhatikan konteks dan situasi saat menggunakannya.

Untuk itu, kita juga harus mengakui bahwa bahasa Gaul atau slang memiliki keunikan dan karakteristik yang menjadi sebuah fenomena di kalangan tertentu, tetapi tentu saja haruslah tetap memperhatikan penggunaannya agar tidak menyinggung pihak lain atau membuat sebuah kesalahpahaman.

Asal Mula Bahasa Gaul yang Absurd


bahasa gaul

Bahasa gaul adalah bahasa yang digunakan oleh anak muda Indonesia untuk saling berkomunikasi. Bahasa gaul berbeda dari bahasa resmi dan bahasa daerah karena tidak memiliki tata bahasa dan kosakata yang benar. Bahasa gaul mengikuti perkembangan zaman, dan seringkali menggunakan kata-kata yang absurd serta tidak relevan dengan arti kata aslinya.

Bahasa gaul mulai populer pada era 1980-an di Indonesia. Anak muda yang ingin tampil keren menggunakan Bahasa Gaul untuk menunjukkan kepribadian mereka. Seiring berjalannya waktu, Bahasa Gaul menjadi sangat luas dan beragam. Terkadang, bahasa gaul menjadi sangat absurd dan tidak mencerminkan makna kata aslinya.

Seperti contohnya, “galau”, yang artinya bimbang atau kebingungan, sekarang digunakan sebagai kata untuk mengungkapkan rasa sedih atau tidak perasaan. Begitu pula, kata “santai” yang awalnya artinya tenang atau tidak tegang, sekarang digunakan sebagai kata untuk bersantai atau istirahat. Bahasa gaul yang absurd ini memang seringkali membingungkan orang yang belum terbiasa dengan bahasa tersebut.

Namun, sejatinya Bahasa Gaul bisa dianggap sebagai lambang toleransi antarbudaya. Para pemuda dan pemudi Indonesia berbicara dalam Bahasa Gaul untuk menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang sama dan mereka saling memahami satu sama lain. Tidak peduli apa latar belakang sosial dan budaya mereka, mereka dapat saling berbicara dalam bahasa gaul dan merasa dekat satu sama lain. Bahasa gaul juga membantu para pemuda dan pemudi Indonesia untuk tetap terhubung dan membangun jaringan sosial mereka.

Kendati demikian, orang tua dan angkatan yang lebih tua seringkali menilai Bahasa Gaul sebagai bahasa yang buruk dan tidak benar. Mereka menganggap Bahasa Gaul sebagai penghinaan terhadap bahasa resmi dan mengkhawatirkan bahwa Bahasa Gaul akan merusak bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun, para ahli bahasa pun bisa melihat sisi positif dari Bahasa Gaul, bahasa ini bisa juga dijadikan sebagai media untuk menempa bahasa bangsa, yaitu dengan mengkajinya dan menggali kosakata baru serta menciptakan tata bahasa yang benar.

Masih banyak lagi kosakata bahasa gaul yang absurd di Indonesia, seperti “bakso lapak”, yang artinya tukang bakso berkeliling, “ngartis” yang artinya terkenal, “gemesin” yang artinya membuat perasaan senang atau lucu, dan masih banyak lagi. Bahasa Gaul yang absurd ini tentunya akan terus berkembang dan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan sosial budaya anak muda di Indonesia.

Kumpulan Contoh Kata Bahasa Gaul yang Tak Ubahnya Bahasa Alien


Bahasa Gaul Tak Ubahnya Bahasa Alien

Bahasa gaul memang kerap disandingkan dengan bahasa alien, karena kata-kata yang seringkali digunakan di dunia nyata dirubahnya dengan cara yang tak masuk akal sehingga banyak orang yang kesulitan memahaminya. Bahasa gaul sendiri memang identik dengan anak muda dan remaja yang sering kali menggunakan bahasa ini untuk menyapa atau menggoda teman mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh kata bahasa gaul yang tak ubahnya bahasa alien.

1. Neng Atut

Neng Atut

Siapa yang tidak mengenal sosok Neng Atut? Namanya sudah terkenal di dunia nyata sebagai nama seorang politikus, namun bahasa gaul ‘Neng Atut’ memiliki makna yang berbeda dan tak masuk akal. Neng Atut dalam bahasa gaul artinya adalah ‘bajunya kebalik’. Bagaimana mungkin sebuah nama bisa berubah menjadi sebuah kata yang tak masuk akal seperti itu? Hanya orang yang mengerti bahasa gaul-lah yang bisa menjawabnya.

2. Kepo

Kepo

Kepo identik dengan kata-kata yang bersifat tidak sopan, karena kata ini mengandung unsur pengintipan dan mengganggu privasi seseorang. Kepo dalam bahasa Indonesia artinya adalah ‘suka ikut campur urusan orang lain’ atau ‘penasaran dengan urusan orang lain’. Memang terdengar tidak sopan, tapi orang yang menggunakan bahasa gaul sering menggunakan kata ini dengan bebas saat berbicara dengan temannya.

3. Nge-Be

Nge-Be

Kata ‘ngebè’ dalam bahasa gaul adalah kata yang sering digunakan di kalangan remaja untuk menyebut orang yang minum alkohol terlalu banyak hingga pingsan. Kata asalnya sendiri adalah menjebak (berasal dari kata ‘njebak’). Sepertinya kalau dihubungkan dengan arti aslinya, makna dari kata ‘ngebè’ menjadi lebih absurd dan tak masuk akal lagi. Biasanya kalangan remaja menggunakan kata ini pada saat nongkrong di warung kopi, tempat karaoke, ataupun malam mingguan.

4. Kea-R

Kea-R

Kata ini merupakan kependekan dari kata kereta api yang dieja terbalik dan ditambahi dengan huruf ‘R’ pada akhirannya. Namun, dalam bahasa gaul, kependekan tersebut menjadi artian yang sangat bertolak belakang. ‘Kear-R’ atau ‘Ker-R’ dalam bahasa gaul artinya ‘kamu tertarik sama aku’. Bahkan banyak sekali remaja yang menggunakan kata ini untuk menjawab pertanyaan dari temannya seperti ‘Kamu tahu nggak sih dia naksir kamu?’ dan jawabannya adalah ‘Iya nih, dia kea-R aku’.

5. Bodo Amat

Bodo Amat

‘Bodo amat’ dalam bahasa Indonesia artinya ‘tidak peduli’, namun dalam bahasa gaul digunakan dengan arti yang lebih halus dan penuh humor. Biasanya kalangan remaja menggunakan kata ini sebagai candaan ketika terjadi sebuah kesalahan atau kejadian yang lucu dan tidak terduga. Bahkan dalam berbagai kalimat, kata ‘bodo amat’ bisa digunakan sebagai pemanis kalimat sehingga lebih terkesan kocak dan ceria.

6. OOT

OOT

OOT merupakan singkatan dari ‘Out Of Topic’ yang artinya keluar dari topik pembicaraan. Namun, dalam bahasa gaul, OOT memiliki makna yang sedikit berbeda. Kalau kamu pernah melihat foto seseorang di Instagram dan kamu meninggalkan komentar OOT di bawah foto tersebut, artinya bukan keluar dari topik, melainkan ‘Out of Trend’. Jadi, jangan bingung kalau ada teman yang mengejekmu dengan kata OOT. Itu artinya, apapun yang kamu bicarakan kelihatannya sedang ketinggalan zaman, kurang up to date atau kurang trendi.

7. FOD (Foto Dulu)

Foto Dulu

FOD alias ‘Foto Dulu’ memiliki pengertian yang sangat sederhana, yakni meminta orang untuk berfoto sebelum melakukan suatu aktivitas. Biasanya kata ini sering digunakan oleh anak muda ketika sedang berkumpul atau dalam situasi tertentu. Misalnya, ketika kumpul bareng teman-teman di sebuah restoran, kamu bisa mengejek temanmu dengan kalimat ‘yuk FOD dulu sebelum pesen makanan’.

8. Ngenes

Ngenes

Ngenes dalam bahasa gaul hampir sama dengan Ngenes dalam bahasa Indonesia, yaitu sebuah ungkapan ketika kita merasa sedih atau tidak nyaman akan suatu keadaan yang kita alami. Namun, dalam bahasa gaul, kata ‘ngenes’ digunakan untuk orang yang merasa sangat ketinggalan zaman atau ‘klise’.

Itulah beberapa contoh kata bahasa gaul yang tak ubahnya seperti bahasa alien. Meskipun kita sering kali terpinggirkan ketika orang lain menggunakan bahasa gaul, ada baiknya kita juga mengerti makna dibalik kata-kata tersebut agar tak salah mengartikannya. Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak kekonyolan dalam penggunaan bahasa gaul, mungkin bisa mencari referensi lain atau mengikuti ajang-ajang kompetisi bahasa gaul yang sering diadakan di beberapa kalangan anak muda.

Kenapa Remaja Suka Membuat Kata-kata Gaul?


Remaja Gaul

Di era digital seperti sekarang ini, bahasa gaul atau slang menjadi semakin populer di kalangan remaja Indonesia. Bahkan, tak hanya di kalangan remaja, bahasa gaul juga kerap digunakan oleh orang dewasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Namun, kenapa remaja suka membuat kata-kata gaul?

1. Mengikuti tren
Pertama-tama, alasan utama remaja membuat kata-kata gaul adalah untuk mengikuti tren. Seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menjadi platform populer untuk menampilkan kehidupan sehari-hari. Dalam menggunakan media sosial ini, remaja ingin terlihat ‘kekinian’ dan up-to-date dengan menggunakan kata-kata gaul yang sedang tren.

2. Ekspresi Diri
Selain mengikuti tren, remaja juga menggunakan bahasa gaul sebagai media untuk mengekspresikan diri. Bahasa gaul ini seringkali memiliki makna yang berbeda dengan kosakata formal, sehingga mereka dapat mengungkapkan perasaan dengan lebih leluasa. Ada kalanya juga dalam suasana tertentu, menggunakan bahasa gaul dapat lebih menyenangkan dan membuat keadaan lebih santai.

3. Melarikan Diri dari Rasa Malu
Bagi remaja yang merasa minder atau tidak percaya diri, menggunakan bahasa gaul dapat menjadi ‘pelarian’ untuk menghindari rasa malu tersebut. Dengan menggunakan bahasa gaul, remaja dapat merasa lebih berani dan tidak takut diejek atau dikritik oleh teman-temannya. Namun, ini bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah rasa malu atau kepercayaan diri yang rendah.

Contoh Bahasa Gaul di Indonesia


Bahasa Gaul

Bahkan, bahasa gaul di Indonesia sangat bervariasi dan bertumbuh dengan sangat cepat setiap tahunnya. Ada bahasa gaul yang terdiri dari padanan kata baru atau istilah dalam bahasa Inggris, seperti “oke sip” untuk mengungkapkan persetujuan atau kesepakatan. Ada juga bahasa gaul yang terkadang cukup vulgar atau kasar, misalnya “goblok” yang berasal dari Bahasa Sunda dan berarti bodoh atau tolol.

Tetapi, tidak semuanya negative, beberapa bahasa gaul memiliki dampak positif seperti istilah “halu” yang berasal dari bahasa Jawa, Label negatif yang merujuk pada seseorang yang bermimpi besar tapi tidak mampu mencapainya. Tapi Penggunaannya saat ini dijadikan simbol kebahagiaan, ketika merasa sangat senang, bahagia atau bisa diartikan merasa sampai ke langit ke tujuh.

(); Oke Pren atau Oke Bro, sebagai tanpa ampun dari kata pereken, dan Bro dari Bahasa asing bahasa inggris= Brother, digunakan untuk menyapa teman atau rekan sesama remaja.

Semua logat bahasa di Indonesia akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dalam berkomunikasi setiap remaja. Namun tentunya, remaja harus tetap memperhatikan kesesuaian penggunaan bahasa gaul tersebut dalam situasi dan lingkungan yang tepat. Terlebih lagi, saat berbicara dengan orang yang lebih tua ataupun dalam situasi resmi seperti wawancara kerja atau presentasi di depan publik.

Seberapa Pentingkah Menguasai Bahasa Gaul?


Seberapa Pentingkah Menguasai Bahasa Gaul?

Bahasa gaul adalah bahasa informal yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Bahasa gaul seringkali lebih singkat dan lebih mudah dipahami daripada bahasa formal, sehingga menjadi sangat populer di kalangan anak muda Indonesia. Pertanyaannya, seberapa pentingkah menguasai bahasa gaul?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa menguasai bahasa gaul dapat membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari:

1. Membentuk Koneksi Dengan Orang Lain


Membentuk Koneksi Dengan Orang Lain

Ketika Anda menguasai bahasa gaul, Anda akan dapat menciptakan hubungan yang lebih erat dengan orang sekitar Anda. Bahasa ini sering digunakan dalam percakapan informal dan santai, seperti saat makan siang atau kopi bareng dengan teman-teman. Dengan mengikuti percakapan seperti ini, Anda akan dapat memahami perasaan dan pikiran orang lain dengan lebih baik, membangun hubungan yang lebih dekat, dan memperluas jaringan sosial Anda.

2. Menjadi Lebih Beradaptasi Dan Fleksibel


Menjadi Lebih Beradaptasi Dan Fleksibel

Bahasa gaul seringkali berubah-ubah dan berkembang seiring waktu, tergantung pada tren dan peristiwa saat itu. Jika Anda menguasai bahasa gaul, Anda akan dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan ini dan tetap fleksibel dalam situasi apa pun. Anda juga akan dapat dengan cepat mengikuti tren baru dan terlihat lebih akrab dengan budaya populer di kalangan anak muda.

3. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi


Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Menguasai bahasa gaul juga akan memberi Anda pengalaman berkomunikasi yang luar biasa, karena dalam bahasa ini banyak kosakata dan ungkapan baru yang tidak dimasukkan dalam bahasa formal. Dengan mempelajari bahasa gaul, Anda dapat menciptakan cara baru untuk menyampaikan pesan dan berbicara dalam bahasa yang lebih kreatif dan menyenangkan. Ini dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda dalam berkomunikasi secara efektif.

4. Memahami Budaya Populer


Memahami Budaya Populer

Bahasa gaul seringkali digunakan dalam budaya populer, seperti musik, film, dan media sosial. Dengan menguasai bahasa gaul, Anda akan dapat lebih mudah memahami konten musik, film, dan media sosial yang dikembangkan dalam bahasa ini. Ini akan membantu Anda memperluas pengetahuan Anda tentang budaya populer dan menjadi lebih terhubung dengan tren dan kebiasaan hari ini.

5. Menambah Nilai Anda Sebagai Profesional


Menambah Nilai Anda Sebagai Profesional

Terakhir, menguasai bahasa gaul juga dapat meningkatkan nilai Anda sebagai profesional. Bahasa ini sering digunakan dalam lingkungan kerja informal, dan dengan menguasainya, Anda akan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan rekan kerja atau klien Anda dalam perspektif yang lebih santai dan ramah, meningkatkan hubungan kerjasama Anda.

Itulah beberapa alasan mengapa penting untuk menguasai bahasa gaul di Indonesia. Dengan menguasainya, Anda dapat membentuk hubungan yang lebih dekat dengan orang-orang di sekitar Anda, lebih mudah beradaptasi dan fleksibel dalam situasi apa pun, meningkatkan kemampuan berkomunikasi Anda, memahami budaya populer, dan meningkatkan nilai Anda sebagai profesional. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo belajar bahasa gaul dan nikmati pengalaman baru dalam hidup Anda!