Kopi Instan vs. Kopi Tubruk: Manfaat dan Efek Sampingnya

Kopi instan atau kopi sachet adalah salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di dunia. Hal ini lantaran kopi instan lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah dibuat daripada kopi biasa atau kopi tubruk. Selain itu, kopi instan juga sering dijadikan pilihan untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan dorongan kafein di pagi hari dengan cara yang cepat dan praktis. Kopi instan tidak memerlukan mesin pembuat kopi dan tidak perlu menghabiskan banyak waktu dalam proses pembuatannya.

Untuk membuat secangkir kopi instan, seseorang cukup menuangkan bubuk kopi sachet ke dalam cangkir, lalu ditambahkan dengan air panas. Sama halnya kopi tubruk, kopi instan juga menawarkan banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan umur panjang, dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, menurut mashed.

Bacaan Lainnya

Namun, seperti halnya segala sesuatu dalam hidup, konsumsi berlebihan kopi instan juga dapat memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa efek samping minum kopi instan setiap hari yang perlu Anda ketahui:

1. Membuat Lebih Kecanduan Kopi

Kopi instan mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi biasa. Meskipun tidak buruk bagi kesehatan, namun ini dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi para pencinta kopi yang membutuhkan kafein setiap hari. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka mengonsumsi lebih banyak kopi dan lebih banyak kafein daripada yang mereka sadari.

Rata-rata secangkir kopi instan mengandung 60-85 miligram kafein per sajian, sementara kopi biasa yang diseduh akan menawarkan 75 hingga 165 miligram per sajian, menurut International Food Information Council Foundation. Selain itu, karena kopi instan sangat mudah dibuat, ada juga potensi untuk meminum lebih banyak cangkir daripada yang Anda lakukan jika harus membuat kopi dengan proses yang lebih rumit. Keduanya penting untuk dipertimbangkan karena jika Anda memiliki sensitivitas terhadap kafein, hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur dan sakit perut.

2. Memicu Kanker

Kopi instan mengandung akrilamida dua kali lebih banyak dibandingkan dengan kopi biasa. Akrilamida adalah bahan kimia yang terbentuk saat biji kopi dipanggang. Keberadaan senyawa akrilamida dalam makanan dan minuman dapat menyebabkan terjadinya senyawa karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker serta berbahaya bagi sistem saraf.

Meski begitu, beberapa ahli mengatakan jumlah akrilamida yang terkandung dalam kopi instan masih dianggap aman, asalkan tidak diminum secara berlebihan. Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan oleh European Food Safety Authority (2015) juga menemukan bahwa jumlah akrilamida dari kopi instan tidak cukup kuat untuk memicu risiko kanker. Namun, ada baiknya bila Anda tetap mengurangi konsumsi kopi instan untuk menekan risikonya.

3. Meningkatkan Tekanan Darah dan Frekuensi Buang Air Kecil

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan menyatakan, baik itu kopi bubuk maupun kopi instan, keduanya sama-sama mengandung kafein yang bersifat diuretik. Sifat diuretik tersebut dapat membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak jumlah cairan.

Sehingga, minum kopi dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil atau sering kencing. “Selain itu, minum kopi jenis dan bentuk apa pun juga dapat meningkatkan tekanan darah sesaat untuk kemudian normal kembali,” jelasnya, dilansir dari Kompas.com (10/2/2023).

4. Risiko Kenaikan Berat Badan

Kopi instan, dalam hal ini kopi sachet sering kali dikemas dengan berbagai bahan tambahan, seperti gula, lemak, dan bahan kimia untuk membuat produk kopi instan. “Gula tambahan tidak memasok vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh serta kalori tambahan dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan,” kata Jinan Banna, seorang profesor nutrisi di University of Hawai’i di Manoa, dikutip dari Live Science. Ditambah lagi, kopi manis akan meningkatkan gula darah, yang akan segera turun dan membuat Anda ingin minum kopi lagi.

5. Risiko Penyakit Jantung

Selain gula tambahan, kopi instan juga mengandung lemak, seperti minyak kelapa sawit. “Masalahnya, minyak kelapa sawit mengandung lemak jenuh yang tinggi, dan jika dikonsumsi secara teratur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Banna. “Bayangkan seperti ini, jika Anda menyeruput beberapa cangkir kopi instan per hari, bahkan jumlah lemak jenuh yang sedikit pun dapat bertambah,” tambahnya.

Kesimpulan

Kopi instan adalah minuman yang praktis dan memiliki manfaat kesehatan tertentu, tetapi juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan tidak berlebihan. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum membuat kopi instan sebagai bagian dari rutinitas harian Anda.

Baca juga Minum Teh Setelah Makan, Apakah Ini Aman untuk Kesehatan ?

Pos terkait