kabinetrakyat.com – Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru seksi 1 ruas Padang – Sicincin sepanjang 36 kilometer terus berlanjut setelah sempat mangkrak karena persoalan lahan. Ditargetkan tol penghubung Riau- Sumatera Barat ini pada 2024 mendatang sudah mulai beroperasi.

Tol yang dikerjakan oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT HK Infrastruktur (HKI), saat ini telah mencapai progres lahan mendekati 70% dengan progres konstruksi mencapai 45%.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menyampaikan bahwa progres konstruksi sangat bergantung pada pembebasan lahan yang kerap menjadi tantangan di lapangan, dimana untuk Seksi Padang – Sicincin sendiri progres konstruksi sempat terhenti sejak Desember 2021 dikarenakan pembebasan lahan

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian pembebasan lahan pembangunan Seksi Padang-Sicincin. Hutama Karya akan segera memulai kembali pekerjaan konstruksi di lapangan,” kata Koentjoro, dalam keterangan, Rabu (31/8/2022). .

Koentjoro menyampaikan bahwa dengan segera selesainya pembebasan lahan, maka diharapkan perusahaan dapat segera kembali mengebut konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan dan tepat waktu.

“Kami targetkan percepatan pembangunan tol ini dapat selesai sesuai target di tahun 2024 apabila pembebasan lahan sesuai rencana, sehingga dapat segera membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Koentjoro.

Kehadiran Tol Pekanbaru – Padang secara keseluruhan, nantinya akan membawa manfaat positif bagi perekonomian dan pariwisata kedua wilayah setempat. Tol ini pun nantinya akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam via jalan arteri menjadi kurang lebih 3 jam via jalan tol dengan kecepatan rerata 80 Km/jam.

Jalan tol ini akan membuka konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik. Selain itu juga, tol ini akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai, Riau serta akan mengefisienkan

Pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru sepanjang 254,8 kilometer berlanjut setelah mengalami kendala pembebasan lahan. Saat ini dibangun secara bertahap dengan tujuan untuk memperlancar konektivitas antar dua provinsi yakni Riau dan Sumatera Barat.