Budidaya Udang Berkelanjutan di Politeknik KP Jembrana

Politeknik KP Jembrana, Bali, telah mencapai prestasi luar biasa dalam budidaya udang berkelanjutan. Pada panen terbaru, sebanyak 2,3 ton udang hasil budidaya mereka berhasil diserap oleh pembeli dari Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Keberhasilan ini merupakan bukti nyata kualitas udang yang dihasilkan Politeknik KP Jembrana yang sangat baik.

Kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Pencapaian ini juga berkontribusi signifikan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik KP Jembrana. Hingga 31 Agustus 2023, PNBP yang dihasilkan politeknik ini mencapai 90,8 persen dari target total PNBP sebesar Rp 420 juta. Dengan pencapaian ini, penerimaan PNBP pada akhir tahun 2023 diprediksi akan mencapai 100 persen atau bahkan lebih.

Sistem Pembelajaran Vokasi yang Efektif

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran penting Politeknik KP Jembrana dalam menerapkan sistem pembelajaran vokasi dan teaching factory kepada seluruh taruna dan taruni. Melalui sistem ini, praktik di lapangan menjadi fokus utama, dengan porsi praktik mencapai 70 persen berbanding 30 persen teori di kelas.

Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul

Sistem ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang andal di lapangan. Dengan kompetensi yang dimiliki, para taruna dan taruni dapat dengan mudah terjun ke dunia usaha atau bahkan menciptakan usaha mereka sendiri.

Pengembangan Tambak Udang

Pada tahun 2023, Kementerian KP membangun dua kolam baru seluas 1.600 meter persegi di area Politeknik KP Jembrana, menambah jumlah kolam yang tersedia menjadi empat. Yang menarik, panen kali ini sepenuhnya dilakukan oleh taruna, taruni, dan para dosen, tanpa bantuan teknisi dari luar kampus seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Produktivitas yang Mengesankan

Panen udang vaname ini mencapai produktivitas yang mengesankan, yaitu 18 ton per hektar (ha) dengan pola sistem intensif. Survival rate (SR) atau persentase udang yang hidup mencapai 95 persen, dan feed conversion ratio (FCR) atau rasio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kilogram daging udang, mencapai 1,25.

Mendorong Kualitas Sumber Daya Manusia

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya kebijakan tinggi vokasi di Kementerian KP untuk meningkatkan kualitas SDM unggul, berintegritas, produktif, inovatif, dan bertalenta global. Lulusan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan nilai kompetitif produk yang bisa diterima secara global.

Kesimpulan

Prestasi Politeknik KP Jembrana dalam budidaya udang berkelanjutan adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi yang efektif dapat berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor perikanan dan kelautan. Dengan sistem pembelajaran yang berorientasi pada praktik, Politeknik KP Jembrana berhasil mencetak SDM yang siap kerja dan memiliki kompetensi tinggi.

Baca juga: Menghadapi Polusi Udara Dinkes DKI Jakarta Membuka Pelayanan Kesehatan 24 Jam

Pos terkait