kabinetrakyat.com – Orang yang terbiasa memprioritaskan orang lain dibandingkan diri sendiri disebut sebagai people pleaser .

Erika Myers, psikolog dari Bend, Oregon, AS, kebiasaan memprioritaskan orang lain bisa berujung masalah untuk diri sendiri.

“Dorongan untuk menyenangkan orang lain dapat merusak diri kita sendiri dan berpotensi pada hubungan ketika kita memilih untuk membiarkan keinginan orang lain, dan akan menghambat kepada kebutuhan kita sendiri,” kata Mayers dikutip Pikiran-rakyat.com dari Healthline pada 8 September 2022.

Berikut adalah tanda-tanda dari seorang people pleaser .

1. Merasa Rendah Diri

Merasa rendah terhadap diri sendiri menjadi tanda bahwa Anda mengalami people pleaser , mereka senantiasa menarik harga diri mereka karena lebih mementingkan kebahagiaan orang lain.

Selain itu, Anda mungkin percaya bahwa orang hanya akan peduli jika kita memiliki kegunaan dan biasanya anda membutuhkan pujian atau penghargaan pada diri anda agar merasa lebih baik.

2. Sulit Mengatakan ‘Tidak’

Seringkali seorang people pleaser merasa tidak enak saat menolak permintaan mereka, bisa saja Anda berfikir jika Anda menolaknya akan membuat mereka berfikir bahwa Anda tidak peduli pada mereka.

Pilihan yang membuat aman adalah menyetujui perkataan mereka, bahkan jika Anda tidak punya banyak waktu atau merasa kurang nyaman dalam membantu hal tersebut.

3. Merasa Tidak Enakan

Menjadi people pleaser akan merasa tidak enak jika sedikit saja melihat orang lain tersakiti terhadap kata atau perbuatan kita, padahal menurut anda mungkin saja tidak bermaksud seperti itu, tapi orang lain merasa tersinggung.

Menyenangkan orang melibatkan kesiapan untuk disalahkan, bahkan ketika apa yang terjadi tidak ada hubungannya dengan anda.

Contohnya saja ketika atasan anda meminta untuk membelikan pizza untuk makan siang, tetapi restoran mencampuradukkan pesanan. Sehingga pesanan anda tidak sesuai dengan yang dipesan, jadi beberapa rekan anda tidak bisa makan siang karena kesalahan pesanan tersebut. Padahal kesalahan tersebut merupakan kesalahan dari pihak restoran. Namun, anda meminta maaf berulang kali, merasa tidak enak, percaya bahwa rekan kerja anda akan membenci anda dan tidak pernah mempercayai anda untuk pesan makan lagi.

Ada dua penyebab mengapa seseorang menjadi people pleaser .

1. Trauma Terhadap Masa Lalu

Perilaku yang ada pada diri anda untuk menyenangkan orang lain bisa saja sebagai respon terhadap rasa takut yang terkait dengan trauma.

Jika anda pernah mengalami trauma seperti pelecehan anak atau pasangan, itu membuat anda merasa tidak aman dan lebih memilih untuk melakukan apa yang diinginkan orang lain terlebih dahulu.

2. Takut Ditolak

Melakukan hal yang mereka inginkan merasa akan membuat anda terhindar dari penolakan seperti dalam bentuk kritik dan hukuman ketika anda melakukan sesuatu yang salah. Padahal hal tersebut belum tentu mereka suruh, atau anda merasa tidak nyaman melakukannya, tapi anda akan melakukan apa saja agar merasa tidak ditolak. (Salwa Syafiqoh)***