kabinetrakyat.com – Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT PGN Tbk dan PT Pindad (Persero) jajaki kerja sama pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari sinergi BUMN. Kedua BUMN menjajaki kerja sama pengembangan teknologi tabung CNG (compressed natural gas) dan LNG (liquefied natural gas) serta infrastruktur pendukung lainnya.

Untuk kerja sama pengembangan tabung LNG dan CNG, dijajaki untuk pengembangan tabungnya dalam bentuk Isotank, filling station, dan MRU (mobile refueling unit).

MRU adalah suatu unit pengisian bahan bakar gas berupa CNG yang dapat berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain (mobile).

Sementara untuk kerja sama bidang infrastruktur pendukung, yakni proyek jaringan gas (jargas) PGN dan Pindad menjajaki kerja sama dalam hal tapping saddle, elbow, fitting, dan tabung gas untuk kompor portabel.

Tabung CNG dan LNG dikemas seperti tabung elpiji

Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz mengatakan, Saat ini, PGN tengah mengupayakan terobosan untuk penyaluran LNG Retail, dimana menggunakan dimana LNG dikemas dalam bentuk tabung yang mudah dipindahkan seperti bentuk tabung Elpiji.

Ukuran tabung LNG yang dikembangkan yakni dari 15 liter hingga 175 liter. Tabung LNG 175 liter sendiri setara dengan LPG 50 Kg.

Sedangkan untuk tabung CNG, yang dipasarkan dengan nama Gaslink Cylinder, dikemas dengan volume 20 M³ atau setara LPG 24 Kg. Di dalamnya terdapat gas bertekanan 200 – 250 barg.

“PGN telah memiliki mode penyaluran LNG dan Gaslink Cylinder dengan potensi demand sekitar 28 BBTUD. Dua mode penyaluran gas nonpipa ini memudahkan PGN untuk bisa melayani pelanggan di sektor komersial seperti perhotelan restoran, dan kafe,” kata Faris melalui keterangannya, Kamis (8/9/2022).

Pentingnya pengembangan moda infrastruktur gas nonpipa

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menimbulkan tantangan tersendiri dalam distribusi gas. Terutama di beberapa titik lokasi yang jauh dari sumber gas alam.

Sehingga, akan kurang ekonomis jika semua infrastruktur gas bumi dihubungkan menggunakan pipa.

Oleh sebab itu, perlu pengembangan moda transportasi gas nonpipa agar gas bumi bisa terutilisasi.

“PGN melakukan terobosan berbagai moda infrastruktur gas bumi agar mempermudah aksesabilitas pemanfaatan gas di berbagai wilayah,” tambah Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar.

Pengurangan subsidi energi dan pemanfaatan TKDN

Kerja sama dua BUMN dalam rangka utilisasi gas bumi ini dinilai sejalan dengan program efisiensi pemerintah untuk mengurangi subsidi energi dan mendorong TKDN.

“Dengan menggunakan produk dalam negeri (buatan PT Pindad), tentunya juga dapat meningkatkan pemanfaatan TKDN. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Jokowi bahwa pemanfaatan sebesar-besarnya sumber daya domestik akan membantu pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional,” ujar Komisaris PGN, Warih Sadono.

Komisaris PGN lainnya, Christian Siboro, melihat utilisasi gas bumi sebagai salah satu energi primer juga dapat membantu pemerintah dalam menekan defisit APBN.

“Ditambah lagi dengan harga gas bumi yang relatif stabil dan kompetitif, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memilih energi yang efisien dan tentunya pilihan utama dalam masa transisi energi,” imbuh Christian.