kabinetrakyat.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum dapat memastikan batas waktu penundaan kenaikan tarif ojek online (ojol).

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, saat ini, pihaknya masih mengikuti kondisi yang berkembang.

“Penundaan ( tarif ojol naik) sambil melihat situasi dan kondisi yang berkembang,” kata Adita saat dihubungi, Rabu (31/8/2022).

Saat ditanya tarif ojek online yang baru akan diberlakukan setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Adita mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian kembali terhadap besaran tarif.

“Kita juga selesai melakukan kajian kembali terhadap besaran kenaikan tarif,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenhub kembali menunda pemberlakuan tarif baru untuk ojek online (ojol) yang harusnya berlaku mulai 29 Agustus 2022.

Pembatalan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya Kemenhub juga membatalkan kenaikan tarif ojol yang awalnya akan berlaku 14 Agustus 2022.

Adapun kenaikan tarif ojol ini sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

“Keputusan penundaan ini mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat,” sebut Adit dalam siaran pers Minggu (28/8/2022) di Jakarta.

Selain itu lanjut Adita, penundaan kenaikan tarif ojol itu dibutuhkan untuk mendapatkan lebih banyak masukan dari para pemangku kepentingan, sekaligus melakukan kajian ulang agar didapat hasil yang terbaik.

Adita mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi, dan menjaring masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk pakar transportas mengenai tarif ojek online ini.

Kemenhub juga akan segera menyampaikan ke masyarakat jika telah diambil keputusan terkait rencana tarif ojol naik ini.