kabinetrakyat.com – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) mencatat, kerja sama bancassurance dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) mampu menumbuhkan Gross Written Premium (GWP) sebesar 141,5 persen dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, pertumbuhan lain terlihat dari sisi Annualized New Premium (ANP) yang tercatat tumbuh sebesar 73,3 persen pada periode yang sama.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia David Nolan mengatakan, kerja sama bancassurance tersebut telah terjalin sejak tahun 2013.

“Kemitraan yang terjalin selama ini telah membuahkan berbagai pencapaian positif dan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi nasabah HSBC Indonesia,” ujar dia dalam siaran pers, dikutip Rabu (7/9/2022).

Ia menambahkan, kanal distribusi bancassurance Allianz Life membukukan pertumbuhan APE sebesar 81,9 persen dari tahun 2018 ke tahun 2021.

Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung landai. Pada periode yang sama, pasar mengalami pertumbuhan hanya sebesar 9,9 persen.

Allianz Life Indonesia dan HSBC Indonesia telah bermitra dalam menyediakan produk asuransi jiwa, baik tradisional maupun unit link untuk seluruh nasabah HSBC Indonesia.

Pada tahun 2021, Allianz Life Indonesia dan HSBC Indonesia menawarkan perlindungan asuransi jiwa bagi karyawan yang bekerja pada perusahaan yang mendaftarkan payroll karyawannya dengan payroll account HSBC Indonesia.

Dalam waktu dekat, kedua perusahaan juga akan memperluas jenis solusi asuransi yang ditawarkan dengan memberikan perlindungan asuransi jiwa kredit bagi nasabah HSBC Indonesia yang mengambil produk pinjaman.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt mengatakan, kemitraan ini memperkuat posisi perusahaan untuk menangkap prospek pertumbuhan baru di seluruh spektrum wealth.

“Guna memenuhi kebutuhan perlindungan, pendidikan, pensiun, dan warisan yang kian berkembang di Indonesia,” tutup dia.

Sebagai informasi, Allianz Life Indonesia mencatat rasio Risk-Based Capital (RBC) sebesar 405 persen pada tahun 2021, jauh di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120 persen.