kabinetrakyat.com – Setelah Ratu Elizabeth II wafat 8 September 2022, Inggris akan segera melakukan operasi yang dikenal dengan London Bridge , sebuah rencana rahasia yang telah disiapkan sejak lama.

London Bridge merupakan rencana khusus kerajaan yang telah disusun sejak tahun 1960an yang terdapat serangkaian prosesi setelah kematian Ratu Elizabeth II .

Rencana tersebut mencakup pengumuman masa berkabung selama 10 hari kedepan sampai detail pemakaman Ratu Elizabeth II .

Prosedur ini akan meliputi Istana Buckingham, pemerintah, media berita dan pemerintahan lokal.

London Bridge Operation akan berjalan ketika Ratu Elizabeth meninggal, dan kalimat “ London Bridge has down” akan disampaikan secara rahasia dari pihak Istana Buckingham kepada perdana menteri Inggris dan staf penting.

Kalimat “ London Bridge has down” disampaikan sebagai kode agar operasi segera dilaksanakan, setelah itu kematian Ratu Elizabeth II akan diumumkan secara resmi.

Dalam suasana duka masyarakat dunia khususnya kerajaan Inggris, London Bridge akan menjadi agenda utama Inggris selama beberapa hari, hingga Inggris melantik pemimpin baru kerajaan yaitu anak sulung Ratu Elizabeth II , Pangeran Charles.

Sejak kapan Operasi London Bridge dimulai?

Operasi London Bridge telah dimulai sejak kematian Raja George VI pada tahun 1953, dan pada saat itu kode yang digunakan adalah “Hyde Park Corner” yang memberikan informasi kepada pejabat penting di pemerintahan tentan kematian pemimpin monarki itu.

Sejak saat itu, kode lain telah diterapkan untuk anggota kerajaan terkemuka, termasuk operasi Fort Bridge untuk Pangeran Philip.

Sedangkan kode untuk Ratu Elizabeth II adalah “ London Bridge ” yang akan dijalankan segera setelah kematiannya. Sedangkan untuk Raja Charles dikabarkan adalah Operasi Menai Bridge.

Pemberlakuan Operasi London Bridge

Setelah kematian Ratu Elizabeth, pengurus pekerjaan akan mengkonfirmasi ke publik tentang kabar duka tersebut.

Menurut laman The Guardian, orang pertama yang mengetahui kematian ratu Elizabeth adalah sekretaris pribadinya Sir Christopher Geidt.

Kemudian Geidt akan mengabarkan kepada Perdana Menteri Inggris Liz Truss tentang kematian Ratu Elizabeth II dan memerintahkan untuk memulai operasi London Bridge .

Setelah itu kematian Ratu Elizabeth II akan dipublikasikan oleh pemerintahan Inggris melalui situs resmi milik kerajaan Inggris.

Tidak hanya itu, berita kematian ratu juga akan disampaikan ke 15 pemerintah di luar Inggris di mana ratu juga menjadi kepala negara, dan 36 negara Persemakmuran lainnya yang dia pimpin.

Lalu anak sulung Ratu Elizabeth II , Pangeran Charles akan menjadi suksesor takhta kerajaan Inggris setelah sang ratu resmi dinyatakan meninggal dunia.

Pangeran Charles akan mendapatkan gelar Raja Charles III dan istrinya Camilla akan diangkat menjadi Queen Consort atau permaisuri.

Selanjutnya pemerintah Inggris akan menurunkan bendera setengah tiang. Charles kemudian memberikan pernyataan singkat, bersamaan dengan Perdana Menteri Inggris Liz Truss.

Pemakaman Ratu Elizabeth II

Setelah pidato pangeran Charles akan ada 10 hari berkabung menjelang pemakaman resmi Ratu Elizabeth II , di tempat dia menghembuskan nafas terakhir.

Jasad Ratu Elizabeth II akan dibawa dari Skotlandia ke Istana Buckingham di London, lalu, peti mati Ratu dibawa ke Istana di Westminster dan jenazahnya akan diletakkan di Aula istana selama tiga hari.

Masyarakat akan diperbolehkan berkunjung dan memberikan penghormatan selama 23 jam per hari. Setelah selesai Pangeran Charles akan safari ke Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales untuk bertemu pemimpin Inggris.

Menurut Politico, pemakaman kenegaraan akan diadakan di Westminster Abbey yang akan diikuti dengan baktian di Kapel St George di Kastil Windsor.

Kemudian Ratu Elizabeth II akan dimakamkan di Kapel Memorial Raja George VI Kastil Windsor.***