kabinetrakyat.com – Pasar modal menjadi salah satu indikator pemulihan ekonomi. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Rights issue sepanjang 2021 mendominasi penghimpunan dana dari pasar modal. Nilainya mencapai Rp 197,28 triliun, setara 54,27% dari total penghimpunan dana segar di pasar modal, Rp 363,3 triliun.

“Rights issue cukup mendominasi. Artinya, perusahaan mulai mencari pendanaan melalui pasar modal bukan lagi dari perbankan,” terangnya, Rabu (31/8/2022).

Sri Mulyani optimistis, tren serupa akan terjadi sepanjang tahun ini. Hingga pekan kedua Juli kemarin, total nilai penghimpunan dana melalui pasar modal sudah sebesar Rp 120 triliun.

“Kita perlu waspadai. Appetite toinvest atau issue sahammasih akan cukup tinggi kalau para perusahaan percaya diri dengan pemulihan ekonomi,” jelasnya.