kabinetrakyat.com – Jack Douglas Teixeira ditangkap FBI karena diduga telah membocorkan sejumlah besar dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) melalui ruang percakapan pada game online pada Kamis, 13 April 2023.

Diketahui, tim agen FBI bersenjata berat menangkap seorang pria berusia 21 tahun tersebut di rumah orang tua tirinya di North Dighton, Massachusetts, karena diduga terlibat dalam penyebaran dokumen rahasia secara online.

Kemudian, pada Jumat, 14 April 2023, Teixeira muncul di hadapan hakim federal di Boston.

Sebelum penangkapannya, Teixeira berdinas di Garda Nasional Udara Massachusetts seperti ayah tirinya.

Teixeira bekerja sebagai petugas Sistem Transportasi Siber di Garda Nasional Udara Massachusetts, yang merupakan bagian dari sayap intelijen.

DW melaporkan bahwa Jaksa Agung Merrick Garland membenarkan dalam konferensi pers bahwa seorang staf Angkatan Udara berusia 21 tahun, Jack Teixeira , telah ditangkap secara resmi.

Menanggapi penangkapan tersebut, Sekretaris Pers Pentagon Pat Ryder menyatakan dalam konferensi pers bahwa saat itu sedang berlangsung investigasi terkait kasus tersebut, dan bahwa tindakan Teixeira merupakan tindakan kriminal yang disengaja.

Lantas siapakah Jack Douglas Teixeira? berikut profil singkat sebagaimana dirangkum Pikiran-rakyat.com.

Sebelum ditangkap, Jack Teixeira baru saja lulus dari sekolah menengah di kampung halamannya di North Dighton, Massachusetts pada 2020.

Satu tahun setelah itu, dia bergabung dengan 102nd Intelligence Wing sebelum mendaftar di Massachusetts Air National Guard sebagai tentara cadangan Angkatan Udara AS.

Usai menyelesaikan pendidikan militernya, Teixeira dipromosikan ke jabatan Airman 1st Class, sebuah posisi yang relatif junior.

Dia ditempatkan di Otis Air National Guard Base di barat Cape Cod pada Juli 2022.

Dalam posisinya yang baru, Teixeira bekerja sebagai pekerja harian di Sistem Transportasi Cyber.

Latar belakang keluarga Jack Teixeira cukup unik, dimana ayahnya merupakan pensiunan militer dengan pangkat sersan dan pernah menjabat sebagai kepala unit Sayap Intelijen ke-102.

Sementara itu, menurut catatan publik dan akun LinkedIn, ibunya sebelumnya bekerja di sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada veteran, serta Departemen Layanan Veteran Massachusetts.

Berdasarkan laporan investigasi New York Times, Jack Teixeira diduga sebagai pemimpin ruang obrolan Discord bernama “Thug Shaker Central” yang juga dikenal dengan sebutan “OG”.

Ruang obrolan game online ini telah dibuat sejak 2020 dan sekarang diikuti oleh sekira 20 hingga 30 anggota dari berbagai negara yang berbeda.

Di ruang percakapan game online inilah, Teixeira diduga telah membocorkan rahasia dokumen AS.

Sebagai catatan, dokumen-dokumen rahasia AS yang diduga dibocorkan oleh Teixeira yakni berisi presentasi pengarahan yang memetakan posisi militer Ukraina dan penilaian dukungan internasional untuk Ukraina.

Selain itu, ada beberapa informasi yang dianggap paling sensitif adalah terkait dengan kekuatan dan kekurangan militer Ukraina dalam melawan Rusia.

Media Associated Press melaporkan bahwa ada setidaknya 50 dokumen yang diduga bocor, meskipun beberapa perkiraan memperkirakan bahwa jumlahnya bisa jauh lebih banyak hingga mencapai ratusan dokumen.***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan