Pertamina Bersama Perusahaan Denmark Menuju Amonia Hijau untuk Industri Pupuk yang Ramah Lingkungan

Pertamina,Industri nuklir sedang mengalami perkembangan pesat di berbagai belahan dunia, termasuk di Denmark. Namun, apa yang membuat ini menarik adalah kemitraan potensial antara PT Pertamina dan sejumlah perusahaan asal Denmark dalam pengembangan nuklir yang bertujuan menghasilkan amonia hijau. Mengapa ini penting? Karena amonia hijau adalah langkah besar dalam mendukung kebutuhan industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.

Mendekati Era Baru dalam Pemanfaatan Energi Nuklir

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Power Indonesia, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa beberapa perusahaan Denmark saat ini tengah fokus mengembangkan teknologi nuklir. Mereka melihat potensi besar untuk pemanfaatan teknologi ini di Indonesia, terutama melihat pasar yang luas. Ini menjadi salah satu topik utama dalam The 41st ASEAN Ministers on Energy Meetings (AMEM-41) di Nusa Dua Bali, yang berlangsung pada Minggu, 27 Agustus 2023, seperti yang dilansir oleh Kontan.

Pentingnya teknologi nuklir tidak hanya terbatas pada sektor kelistrikan. Dalam konteks ini, peran utama amonia hijau menjadi sangat penting. Green ammonia akan bekerja sama dengan perusahaan pupuk untuk menghasilkan produk yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Namun, perlu diingat bahwa rencana ini masih dalam tahap prototipe dan diharapkan baru akan terealisasi setelah tahun 2030.

Kemitraan Strategis dengan Pupuk Kaltim

Pertamina NRE telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pupuk Kaltim dalam mengembangkan amonia hijau bertenaga thorium. Kesepakatan ini melibatkan beberapa pihak strategis lain, termasuk Copenhagen Atomics, Topsoe, Alfa Laval Copenhagen, dan Aalborg CSP, semuanya merupakan perusahaan asal Denmark. Bersama-sama, mereka akan melakukan studi mendalam tentang pengembangan amonia hijau dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir small modular reactor (SMR) yang menggunakan bahan baku thorium di Bontang, Kalimantan Timur.

Direktur Utama Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, menjelaskan bahwa amonia hijau adalah salah satu fokus bisnis masa depan Pertamina NRE. Saat ini, mereka juga sedang mengembangkan proyek pilot untuk hidrogen hijau dan amonia hijau di Sulawesi Utara. Harapannya, produk-produk ini akan bisa dimanfaatkan oleh 45 juta penduduk Indonesia, sambil secara signifikan mengurangi emisi hingga 1,7 juta ton CO2 per tahun.

Komitmennya untuk Pertanian yang Ramah Lingkungan

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam melakukan inovasi untuk menyediakan produk pertanian yang ramah lingkungan. Ini mencerminkan semakin kuatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan lingkungan dalam industri pertanian.

Potensi Thorium sebagai Sumber Energi Baru

Selain uranium, thorium adalah salah satu sumber energi nuklir yang menjanjikan. Potensi thorium di Indonesia sangat besar, dengan perkiraan kandungan mencapai 210.000 – 270.000 ton yang tersimpan di Bangka, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat. Hal ini memberikan peluang luar biasa bagi Indonesia untuk mengembangkan dan memanfaatkannya.

Membangun Masa Depan dengan Energi Nuklir

Proyek amonia hijau yang berbasis thorium ini akan menjadi inisiatif pertama di Indonesia yang memanfaatkan tenaga nuklir. Ini adalah langkah berani dalam memasuki era baru energi bersih dan berkelanjutan. Baru-baru ini, Pertamina NRE menandatangani MoU tentang Amonia Hijau menggunakan Energi Nuklir dengan Charg√© d’Affaires Embassy of Kingdom of Denmark dalam The 11th Indonesia Energi Baru, Terbarukan & Konservasi Energi Conference & Exhibition (EBTKE ConEx) pada Rabu, 12 Juli 2023.

Sebagai negara yang berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan industri yang lebih bersih, kemitraan ini adalah langkah yang sangat positif menuju masa depan yang lebih hijau.

Baca juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kebakaran Terjadi di Flores Timur, NTT

Kesimpulan

Kemitraan antara PT Pertamina dan perusahaan asal Denmark dalam pengembangan nuklir untuk menghasilkan amonia hijau adalah langkah yang berani dan bermakna. Ini bukan hanya tentang energi nuklir, tetapi juga tentang masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi industri pupuk dan pertanian di Indonesia. Harapannya, langkah ini akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.