Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah mengambil langkah-langkah penting untuk menghadapi tantangan El Nino yang dapat mempengaruhi ketersediaan air untuk produksi beras. Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, telah memastikan bahwa ketersediaan air untuk produksi beras di Karawang akan tetap aman hingga Desember 2023. Dalam artikel ini, kita akan melihat upaya-upaya konkret yang telah dilakukan oleh Pemkab Karawang dalam mengantisipasi El Nino serta langkah-langkah lainnya yang mendukung ketahanan pangan di wilayah ini.

1. Koordinasi dengan Perum Jasa Tirta

Dalam upaya menjaga ketersediaan air, Bupati Karawang telah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasokan air yang cukup untuk wilayah Karawang. Hasil koordinasi ini sangat penting untuk mendukung produksi beras.

2. Stabilitas Debit Air

Bupati Cellica menyebutkan bahwa debit air di wilayah Karawang saat ini berada di atas 97,4 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan dalam kondisi aman. Penurunan debit air hanya sekitar 1 sentimeter per hari, sehingga tidak ada potensi kekurangan air yang signifikan.

3. Penanganan Sedimentasi Irigasi

Meskipun kondisi air aman, beberapa daerah di wilayah hilir Karawang mengalami masalah sedimentasi irigasi akibat lumpur dan sampah. Namun, Pemkab Karawang telah melakukan pengerukan dan pompanisasi untuk mengatasi masalah ini.

4. Optimalisasi Lahan Sawah

Upaya lainnya yang dilakukan adalah mengoptimalkan lahan sawah. Ini melibatkan proses pompanisasi, mekanisasi untuk mempercepat proses penanaman, serta penggunaan varietas padi yang tahan terhadap hama dan kekeringan.

5. Penanggulangan Hama

Bupati Karawang mencatat bahwa salah satu persoalan di Karawang adalah hama, seperti tikus dan kupu-kupu putih. Untuk mengatasi tikus, Pemkab Karawang tengah melaksanakan program rumah burung hantu (rubuha). Sementara itu, untuk mengatasi kupu-kupu putih, pihaknya akan bekerja sama dengan BBPOPT yang telah melakukan inovasi dalam penanggulangan hama.

6. Langkah Pemerintah Pusat

Kementerian Pertanian RI juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi El Nino. Fokus utamanya adalah menjaga ketahanan pangan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. Ini mencakup pemetaan zona-zona terdampak El Nino dan peningkatan alat mesin pertanian.

7. Harapan untuk Masa Depan

Meskipun terdapat fluktuasi harga beberapa komoditas dan perlambatan produksi beras, ketahanan pangan di Indonesia masih dianggap aman. Produksi beras Indonesia masih mencapai 30 juta ton per tahun. Pemerintah berharap dapat menghadapi tantangan El Nino dengan baik.

Kesimpulan

Pemkab Karawang telah mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi El Nino dengan memastikan ketersediaan air untuk produksi beras. Upaya ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah ini.

Baca juga:Upaya Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDAPR) Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Brebes

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan